Pelajari Paket LKIT Xtreeme dan Jadilah ASN Tahun ini...TERBATAS!!

Video of the Day

banner iklan

Hot Update

Senin, 15 Juli 2019

268

Persyaratan Umum dan Khusus CPNS

Persyaratan Umum Khusus CPNS 2019

Tahun 2019 pemerintah akan kembali membuka kran penerimaan CPNS dimana seleksi akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019. Quota yang disediakan lebih sedikit daripada quota yang dibuka dari tahun kemarin. Quota diperuntukan untuk mengisi kursi kekosongan di tiap instansi diakibatkan banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun. Selain itu, formasi yang akan direkut adalah formasi formasi yang menjurus pada skill dan juga formasi di bidang infrastruktur sedangkan formasi untuk tenaga administratif akan dikurangi

Pelaksanaan pendaftaran CPNS itu sendiri akan segera digelar sekitar bulan Oktober.

Informasi Umum CPNS 2019

Berikut adalah beberapa informasi penting yang perlu diketahui, terkait rencana penerimaan CPNS 2019.

  • Quota Formasi Penerimaan CPNS tahun 2019 adalah diperuntukan untuk pusat dan daerah.
  • Jumlah Formasi yang disediakan untuk CPNS dari jalur pelamar umum adalah sebesar 79.768 dengan rincian: 62.249 formasi untuk rekrutmen CPNS tingkat daerah dan 17.519 formasi diperuntukan untuk rekrutmen CPNS pusat
  • Kebutuhan CPNS diprioritaskan untuk jabatan fungsional (tertentu) dan jabatan teknis lain yang mendukung tugas inti (core business) instansi. Khusus untuk pemerintah daerah diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, serta jabatan-jabatan yang mendukung pembangunan infrastruktur. 
  • Alokasi formasi untuk PPPK menempati jumlah yang paling besar, yaitu sebanyak 168.636 dengan rincian sebanyak 145.424 untuk alokasi penerimaan PPPK daerah dan alokasi untuk rekrutmen PPPK pusat sebanyak 23.212 formasi.
    Alokasi formasi PPPK ini sendiri diperuntukan untuk pelamar dari golongan honorer dan eks tenaga honorer kategori II - Pelaksanaan rekrutmen PPPK Tahap 2 akan digelar pada bulan Agustus mendatang.
  • Tes menggunakan sistem CAT CPNS dan kelulusan berdasarkan passing grade yang ditetapkan
  • Untuk mengikuti seluruh seleksi CPNS, para peserta tes TIDAK DIPUNGUT BIAYA apapun. 



Jenis Formasi CPNS
  1. Umum;
  2. Penyandang Disabilitas;
  3. Putra Putri Papua dan Papua Barat;
  4. Lulusan Terbaik;

Syarat Pendaftaran
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Asli;
  2. Kartu Keluarga (KK);
  3. Pas Foto;
  4. Swafoto (Selfie);
  5. Ijasah Asli;
  6. Transkip Nilai Asli;
  7. Surat Lamaran;
  8. Surat Pernyataan;
Untuk diketahui bahwa surat keterangan lulus tidak bisa digunakan untuk mendaftar CPNS. Pendaftaran harus menggunakan ijazah.

baca juga: Materi Ekstrim Pembelajaran CPNS 2019

Tahapan Seleksi
  1. Pendaftaran Online di SSCN BKN
  2. Seleksi Administrasi
  3. Verifikasi Berkas Asli
  4. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT)
  5. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
Sebagai persiapan menjelang dibukanya pendaftaran, asncpns menyarankan kepada calon pelamar untuk:
  • Mempersiapkan persyaratan pelamaran.
  • Mempersiapkan data-data kependudukan yang valid (KTP, Kartu Keluarga). Apabila terdapat ketidaksesuaian atas data-data kependudukan, disarankan agar calon pelamar segera memperbaharui data dimaksud di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

    Persyaratan Umum CPNS

    Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    2. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih.
    3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI I POLRI, Pegawai BUMN I BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
    4. Tidak berkedudukan sebagai Galon Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas Pemerintah.
    5. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
    6. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar.
    7. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir)
    8. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    9. Bagi Wanita tidak bertato I bekas tato dan tindik I bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat dan bagi Pria tidak bertato I bekas tato dan tindik / bekas tindik di anggota badan kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.
    10. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan, dari Perguruan Tinggi negeri atau swasta dengan Program Studi yang terakreditasi minimal B/Sangat Baik dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) pada saat ljazah tersebut dikeluarkan, jika akreditasi tidak tertulis didalam ljazah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari fakultas (Surat Keterangan Lulus Sementara tidak berlaku).
    11. Pelamar merupakan lulusan Sarjana/S-1 dan Diploma Ill /D-111 dengan lndeks Prestasi Kumulatif (IPK) Minimal 2.75 (Dua koma tujuh lima) skala 4,00 (Empat koma nol) yang dibuktikan dengan fotokopi ljazah dan Transkrip Nilai yang dilegalisir sekurang-kurangnya oleh Dekan atau sederajat (wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman Seleksi Kompetensi Dasar/CAT).
    12. Usia Minimal 18 tahun dan Maksimal 35 Tahun.

     Persyaratan Khusus CPNS

    Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan CPNS lainnya yang diberikan oleh masing masing instansi pemerintah sesuai kebutuhan jabatan. Persyaratan khusus antara instansi satu dengan instansi lainnya akan berbeda. Beberapa Persyaratan khusus yang biasa dipersyaratkan kepada pelamar diantaranya adalah:

    • TOEFL/TOEFL Prediction dari Lembaga Bahasa Perguruan Tinggi Negeri atau UPT Bahasa Perguruan Tinggi Negeri atau lembaga pendidikan Bahasa Inggris terakreditasi dengan nilai minimal 450. ( Kementerian PU, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, Lemsaneg, Pemprov DKI) 
    • Menguasai bahasa lnggris dengan baik (lisan dan tulisan), dan/atau bahasa Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) lainnya (Arab, Spanyol, Cina, Perancis, dan Rusia), dan/atau bahasa asing lainnya (Jepang) (Persyaratan khusus formasi Diplomat Kemenlu)

      Artikel Menarik Lainnya: Tes CAT, 1 Soal bernilai kurang dari 54 detik

        Berkas Kelengkapan

        Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan bagi calon pendaftar CPNS, diantaranya adalah:
        1. Pendaftaran CPNS akan dilakukan secara online di sscn.bkn.go.id
        2. Memiliki email aktif
        3. Sediakan scan pas foto berukuran 2x3, 4x6 berlatar belakang merah dengan format JPEG dan maksimal file ukuran 300KB
        4. Scan ijazah dalam format PDF dengan maksimal file sebesar 300KB
        5. Scan Transkip Nilai dalam format PDF dengan maksimal file ukuran sebesar 300KB
        6. Scan Akte Kelahiran (PDF) max 300KB
        7. Scan KTP (JPEG) max 300KB
        8. Scan bukti akreditasi jurusan (PDF) max 300KB

          Proses Seleksi

          1. Proses seleksi adalah menggunakan sistem CAT CPNS
          2. Tes terdiri dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (TKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (TKB)
          3. Materi ujian TKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Inteligensia Umum, dan Tes Karateristik Pribadi. Untuk latihan dan referensi bahan pembelajaran terbaik silakan belajar dari Sumber Materi Soal CPNS
          4. TKD diselenggarakan bagi pelamar yang telah mendaftar pada portal nasional sesuai dengan ketentuan tatacara pendaftaran, dan telah mencetak Kartu Tanda Peserta Seleksi.
          5. Pada saat pelaksanaan tes TKD, setiap pelamar wajib menunjukkan Kartu Tanda Peserta Seleksi dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli yang masih berlaku yang digunakan saat registrasi pendaftaran, serta mengisi daftar hadir yang telah dilengkapi dengan pas foto pelamar.
          6. Pelamar hanya dapat melaksanakan TKD pada lokasi dan waktu yang telah ditentukan.
          7. Beberapa Kementerian menerapkan tes tambahan seperti tes kesehatan dan kebugaran dan tes kesamaptaan

          Passing Grade CPNS

          Jumlah soal yang akan diberikan pada tes seleksi CAT CPNS sebanyak 100 butir soal dengan lama waktu pengerjaan 90 menit.

          Jika Mengacu pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) no 06/2019, Passing grade CPNS Sekolah Kedinasan adalah 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Intelegensia Umum (TIU) dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Tahun 2018 kemarin Passing grade Sekolah kedinasan sama persis nilainya dengan Passing grade CPNS, jadi kemungkinan passing grade tahun 2019 tidak akan jauh berbeda dari angka tersebut

          Passing grade ini tidak berlaku untuk peserta seleksi pada jalur khusus, yakni cumlaude, putra-putri Papua/Papua Barat, serta bagi peserta dari kelompok disabilitas. Untuk ketiga kelompok itu akan menggunakan perhitungan berbeda. Lebih detail mengenai hal ini bisa dilihat dalam cara perhitungan penilaian passing grade

          Jika anda belum memiliki bahan pembelajaran sebagai persiapan cpns anda, asncpns.com merekomendasikan Paket LKIT 2019 sebagai bahan pembelajaran CPNS terbaik anda. Apa pendapat Kemenpan RB tentang Paket LKIT bisa anda lihat di http://www.paketlkit.com/p/special.html

          Kelulusan Akhir

          Kelulusan Akhir ditentukan berdasarkan hasil integrasi Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang yang diatur dalam peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

          Kelulusan akhir adalah hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yaitu :


          Ketentuan Lain
          1. Apabila pelamar memberikan keterangan/data yang tidak benar dan di kemudian hari diketahui, baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS, maka Kementerian atau instansi yang bersangkutan berhak menggugurkan kelulusan tersebut dan/atau memberhentikannya sebagai CPNS/PNS, menuntut ganti rugi atas kerugian negara yang terjadi akibat keterangan yang tidak benar tersebut, dan melaporkan sebagai tindak pidana ke pihak yang berwajib karena telah memberikan keterangan palsu.


            update: 15 Juli 2019


            0

            Cara Perhitungan Penilaian Passing Grade CPNS

            Cara Perhitungan Kelulusan Passing Grade CPNS
            Jika mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No 06/2019 tentang Nilai Ambang Sekolah Kedinasan 2019 dan Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018 maka Passing grade CPNS bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum adalah 143 untuk TKP (Tes Karakteristik Pribadi), 80 untuk TIU (Tes Intelegensia Umum), dan 75 untuk TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

            Tes CPNS terdiri atas tiga subtes yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda beda untuk tiap subtes nya.

            Untuk TWK, nilai benar skornya 5 sementara salah 0. Begitu halnya untuk subtes TIU. Jumlah soal dari TWK adalah 35 sementara TIU hanya 30.

            Namun, untuk subtes TKP, setiap soal tak ada benar dan salah. Terdapat 35 pertanyaan untuk TKP. Setiap jawaban memiliki grade, yakni 1-5. Artinya, setiap jawaban pasti memberikan nilai bagi peserta.

            Tidak ada nilai negatif untuk semua subtes. Hal tersebut berarti Anda para peserta seleksi CPNS sebaiknya tak membiarkan ada kolom jawaban yang tak terisi.

            Nilai maksimal dalam tes SKD adalah 500, sementara minimalnya adalah 35. Referensi pembelajaran terbaik CPNS 2019, silakan pelajari Paket LKIT Xtreeme


            Formasi Cumlaude, Diaspora, Disabilitas dan Putra/Putri Papua/Papua Barat

            Bagi pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85. Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.

            Lalu, Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Dan, eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.


            Jumat, 05 Juli 2019

            0

            Catat !! Ini Tahapan Rekrutmen CPNS 2019 Yang Akan Kamu Lalui

            Tahapan Rekrutmen CPNS 2019
            Penerimaan CPNS 2019 yang akan dilalui oleh tiap tiap calon peserta tes telah dituangkan dan diatur dalam PP No 11 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

            Manajemen Pegawai Negeri Sipil itu sendiri memiliki pengertian pengelolaan pegawai negeri sipil untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotism.

            Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan, menyebutkan setidaknya ada tujuh tahapan proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) hingga akhirnya seorang pelamar resmi menjadi Aparatur Negeri Sipil (ASN).

            "Kalau berdasarkan di PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan PP 49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, kalau tidak keliru ada tujuh tahapan," kata Ridwan, Jakarta, Kamis (4/7). Ridwan menjelaskan, segala informasi detailnya sudah diatur dalam peraturan pemerintah tersebut, baik soal manajemen PNS dan PPPK.

            Semua proses seleksi CPNS dan PPPK akan dilakukan berbasis online dan tidak ada yang konvensional.

            Dia juga menjelaskan, proses tahapan seleksi CPNS dan PPPK ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Akan tetapi ada sedikit perubahan yang dilakukan salah satunya penggantian soal ujian Soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sedangkan yang lain masih tetap sama.

            Referensi Pembelajaran Terbaik Soal CPNS 2019 silakan pelajari Paket LKIT Xtreeme

            "Prinsipnya enggak akan jauh berbeda dengan tahun lalu. Nanti akan kami beritahukan, termasuk pengumuman di instansi, tahapannya apa, yang dibutuhkan bagaimana, dan sebagainya," sambungnya. Selain soal, proses pendaftaran secara online tidak dilakukan pada laman BKN sebelumnya yakni sscn.bkn.go.id. sedangkan tahun ini akan dilakukan pada laman sscasn.bkn.go.id.

            BKN akan menyampaikan petunjuk teknisnya sesegera mungkin kepada masyarakat. Berikut rincian tahapan proses penerimaan CPNS dan PPPK 2019:

            1. Perencanaan
            Panitia seleksi nasional pengadaan PNS dan panitia seleksi instansi pengadaan PNS menyusun dan menetapkan perencanaan pengadaan PNS. Perencanaan pengadaan meliputi: a. jadwal pengadaan PNS; dan b. prasarana dan sarana pengadaan PNS

            b. Pengumuman Lowongan

            Panitia seleksi pengadaan PNS mengumumkan lowongan Jabatan PNS secara terbuka kepada masyarakat berdasarkan pengumuman lowongan paling singkat selama 15 hari kalender.

            c. Pelamaran;

            Pelamaran diperuntukan untuk semua WNI yang memenuhi kualifikasi sesuai persyaratan. Syarat detail adalah sebagai berikut
            1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            2. Sehat jasmani dan kejiwaan.
            3. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika, dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya.
            4. Untuk pelamar formasi khusus disabilitas pada saat mendaftar menyampaikan surat keterangan disabilitas dari rumah sakit/puskesmas.
            5. Untuk jabatan dan instansi tertentu dipersyaratkan melampirkan Nilai TOEFL resmi ITP pada saat pendaftaran. Nilai tersebut masih berlaku maksimal 2 (dua) tahun sejak tanggal sertifikat dikeluarkan.
            6. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan.
            7. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS, anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN/BMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
            8. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota POLRI.
            9. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
            10. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.
            11. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan oleh pemerintah.
            12. Pelamar dari jenis formasi Disabilitas dan Umum merupakan lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi terakreditasi dalam Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)
            Ketentuan terkait tato/bekas tato dan tindik/bekas tindik:
            • Wanita tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat;
            • Pria tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.

            d. seleksi

            Seleksi menggunakan CAT dan kelulusan ditentukan sesuai passing grade yang telah ditetapkan. Detail cara perhitungan dan kelulusan bisa dilihat di paling bawah artikel.
            Seleksi terdiri dari Seleksi SKD dan SKB. Dan untuk beberapa instansi lain menambahkan dengan tes tes lain, seperti Tes Wawancara, Tes Kebugaran, Tes Kesehatan dan Tes Kesamaptaan.

            Lulus CPNS Victoria


            e. Pengumuman Hasil Seleksi; 

            Peserta yang berhasil melewati semua tes sesuai passing grade yang ditetapkan akan diumumkan secara resmi dan dinyatakan lulus CPNS.

            f. Pengangkatan calon PNS dan masa percobaan calon PNS; 

            Setiap peserta tes lulus akan diangkat menjadi Calon PNS dan masuk masa percobaan PNS selama 1 tahun. Masa percobaan dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral,kejujuran,semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang

            g. Pengangkatan menjadi PNS. 
            Setelah rangkaian diselkesaikan dengan baik, Peserta tes resmi menjadi ASN dan diberikan gaji full 100%
            Lulus CPNS Murni


            Cara Penilaian Ujian CPNS 2019 dan Passing Grade

            Tes CPNS terdiri atas tiga subtes yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda beda untuk tiap subtes nya.

            Untuk TWK, nilai benar skornya 5 sementara salah 0. Begitu halnya untuk subtes TIU. Jumlah soal dari TWK adalah 35 sementara TIU hanya 30.

            Namun, untuk subtes TKP, setiap soal tak ada benar dan salah. Terdapat 35 pertanyaan untuk TKP. Setiap jawaban memiliki grade, yakni 1-5. Artinya, setiap jawaban pasti memberikan nilai bagi peserta.

            Tidak ada nilai negatif untuk semua subtes. Hal tersebut berarti Anda para peserta seleksi CPNS sebaiknya tak membiarkan ada kolom jawaban yang tak terisi.

            Nilai maksimal dalam tes SKD adalah 500, sementara minimalnya adalah 35.

            Jika mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS maka Passing grade CPNS bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum adalah 143 untuk TKP (Tes Karakteristik Pribadi), 80 untuk TIU (Tes Intelegensia Umum), dan 75 untuk TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)

            Bagi pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85. Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.

            Lalu, Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Dan, eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

            Jika tahun ini kamu memang berencana untuk mengikuti seleksi CPNS, persiapkanlah semuanya dengan baik. Belajarlah dari bahan terbaik - gambaran soal soal CPNS bentuk terbaru tahun 2019 sudah dituangkan secara detail dalam Paket LKIT Pack Titanium. Pelaksanaan tes direncanakan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019.


            Selasa, 02 Juli 2019

            1

            FIX..!! Rekrutmen CPNS 2019 Digelar Oktober

            CPNS Digelar Oktober 2019
            Fix...!! Tahun Anggaran 2019 pelaksanaan rekrutmen CPNS akan digelar pada bulan Oktober mendatang sedangkan untuk rekrutmen PPPK tahap 2 akan digelar pada bulan Agustus

            "CPNS nanti bulan sepuluh (Oktober). PPPK tahapan kedua ini akan dilakukan kira-kira setelah 17 Agustus paling lama," ujar Menteri Syafruddin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Selasa (2/7/2019).

            Syafruddin menyatakan bahwa formasi CPNS yang akan direkrut tahun ini adalah sebanyak 100 ribu lowongan CPNS untuk berbagai posisi akan dibuka dengan sistem pendaftaran yang dinamis, detail alokasi formasi CPNS itu sendiri bisa dibaca di bagian Alokasi Formasi CPNS 2019

            Ia menambahkan bahwa formasi CPNS yang akan paling banyak direkrut adalah untuk formasi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Syafruddin mengatakan Indonesia kekurangan tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dokter, terutama untuk mengisi posisi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

            Selain itu formasi yang akan direkut adalah formasi formasi yang menjurus pada skill dan juga formasi di bidang infrastruktur sedangkan formasi untuk tenaga administratif akan dikurangi.

            Seleksi CPNS tahun ini juga dilakukan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu diharapkan mereka yang lolos seleksi CPNS merupakan SDM yang berkualitas.

            Paket LKIT Xtreeme, Referensi Pembelajaran Tes CPNS 2019

            "Penerimaan akan dibuat sistem sedinamis dan sebagus mungkin untuk kepentingan tentang bagaimana kualitas SDM itu dan tidak menafikan kepentingan atau kebutuhan individu generasi muda yang akan mengabdi kepada negara," tambahnya


            Minggu, 16 Juni 2019

            0

            Kesulitan Soal CPNS 2019 Berbentuk HOTS "High Order Thinking Skill"

            Pada rekrutmen CPNS 2018, soal Seleksi Kompetensi Dasar menjadi momok menakutkan karena ratusan ribu orang gagal dalam tahap tes ini. Soal dalam tes ini khususnya soal TKP dianggap menjadi soal tersulit dan banyak mengecoh para peserta sehingga banyak peserta gugur dalam tahapan SKD dan gagal ke tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang.

            Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengungkapkan, panitia seleksi nasional (Panselnas) saat ini sedang mengevaluasi soal-soal yang dikeluhkan para peserta dalam seleksi sebelumnya.

            "Feedback dari masyarakat terkait sulitnya soal-soal SKD. Itu Panselnas akan mempertimbangkan hal-hal itu," kata Ridwan seperti asncpns kutip dari detik, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

            Baca juga: Rincian Detail Alokasi Formasi CPNS 2019

            Meski dievaluasi, namun Ridwan mengatakan bukan berarti soal yang diberikan dalam seleksi tahun ini menjadi mudah. Bahkan, dia bilang soal tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dari sebelumnya.

            "Sekarang kan isitilahnya Kemendikbud dan Kemenristek soalnya itu bentuknya HOTS, High Order Thinking Skill. Apakah soalnya sulit? Nggak," kata Ridwan.

            Referensi Bahan Pembelajaran CPNS 2019 Level HOTS - High Order Thinking Skills, Pelajari Paket LKIT Xtreeme

            Ridwan mengatakan, soal yang akan diberikan bakal mengikuti tantangan zaman. Hal ini diperlukan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mengikuti dan menyesuaikan berbagai tantangan yang ada dalam melayani masyarakat.

            Soal CPNS 2019 High Order Thinking Skill

            "Yang berubah itu tantangan zaman, jadi kalau dulu misalnya 5-10 tahun yang lalu tidak ada penyebaran ujaran kebencian, hoax yang luar biasa, tapi sekarang kan tantangannya berbeda, jadi itu yang membuat soalnya untuk SKD untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman. Jadi bukan lebih sulit, tapi tantangan zamannya berbeda," jelasnya.


            Minggu, 09 Juni 2019

            0

            Rincian Alokasi Jumlah Formasi CPNS Umum 2019 untuk Pusat dan Daerah

            Alokasi Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil 2019

            Penerimaan CPNS 2019 sudah fix akan dilaksanakan dan perekrutannya tinggal menunggu waktu saja - perekrutran ini dilakukan guna mengisi kekosongan formasi CPNS di masing masing kedinasan baik di tingkat pusat maupun daerah.

            Mengenai waktu jelas kapan pelaksanaannya, ditunggu saja dan bersabar karena saat ini masih suasana lebaran...tapi mimin kasih bocoran saja, kemungkinan pelaksanaan penerimaan CPNS dari formasi umum untuk tahun anggaran 2019 akan dilakukan pada bulan September/Oktober sedangkan waktu untuk perekrutan PPPK akan dilakukan sebelum seleksi rekrutmen cpns dari jalur umum.

            Besaran Alokasi Formasi Penerimaan CPNS 2019

            Untuk masing masing besaran formasi berikut adalah jumlah detailnya

            Alokasi Formasi CPNS Jalur Umum
            Jumlah Formasi yang disediakan untuk CPNS dari jalur pelamar umum adalah sebesar 79.768 dengan rincian sebanyak 62.249 untuk rekrutmen CPNS tingkat daerah dan 17.519 untuk rekrutmen CPNS pusat

            Alokasi Penerimaan CPNS dari Sekolah Kedinasan
            Sedangkan untuk alokasi penerimaan CPNS dari jalur sekolah kedinasan, baik untuk penempatan CPNS pusat maupun daerah adalah sebanyak 5769 alokasi formasi

            Alokasi Formasi Penerimaan PPPK
            Alokasi formasi untuk PPPK menempati jumlah yang paling besar, yaitu sebanyak 168.636 dengan rincian sebanyak 145.424 untuk alokasi penerimaan PPPK daerah dan alokasi untuk rekrutmen PPPK pusat sebanyak 23.212 formasi.
            Alokasi formasi PPPK ini sendiri diperuntukan untuk pelamar dari golongan honorer dan eks tenaga honorer kategori II - sedangkan untuk umum, silakan melamar di CPNS formasi umum



            Cara Penilaian Ujian dan Nilai Ambang Batas

            Tes CPNS terdiri atas tiga subtes yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda beda untuk tiap subtes nya.

            Untuk TWK, nilai benar skornya 5 sementara salah 0. Begitu halnya untuk subtes TIU. Jumlah soal dari TWK adalah 35 sementara TIU hanya 30.

            Namun, untuk subtes TKP, setiap soal tak ada benar dan salah. Terdapat 35 pertanyaan untuk TKP. Setiap jawaban memiliki grade, yakni 1-5. Artinya, setiap jawaban pasti memberikan nilai bagi peserta.

            Tidak ada nilai negatif untuk semua subtes. Hal tersebut berarti Anda para peserta seleksi CPNS sebaiknya tak membiarkan ada kolom jawaban yang tak terisi.

            Nilai maksimal dalam tes SKD adalah 500, sementara minimalnya adalah 35.

            Jika mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS maka Passing grade CPNS bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum adalah 143 untuk TKP (Tes Karakteristik Pribadi), 80 untuk TIU (Tes Intelegensia Umum), dan 75 untuk TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)

            Bagi pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85. Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70.

            Lalu, Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Dan, eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

            Gambaran Tes TKP

            Dalam penerimaan CPNS tahun 2018 kemarin soal Tes Karakteristik Pribadi menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian besar peserta tes, bagaimana tidak - ratusan ribu orang bahkan jutaan dinyatakan gagal dan tidak bisa memenuhi nilai ambang batas passing grade hanya karena nilai TKP yang kurang.

            Agar tidak penasaran berikut mimin berikan salah satu Soal CPNS TKP Asli dalam rekrutmen CPNS 2018 kemarin - setelah mengetahui soalnya, silakan dicoba dijawab

            1. Anda sedang mengerjakan tugas pekerjaan di perpustakaan. Tugas yang sedang dikerjakan tersebut harus selesai dalam jangka waktu 1 jam. Tiba tiba ada teman yang menanyakan anda letak suatu buku. Tindakan apa yang anda lakukan?

            A. Menyuruhnya untuk bertanya kepada petugas perpustakaan
            B. Menyampaikan kalau anda sedang sibuk
            C. Memberitahukan letak rak dan posisi bukunya saja
            D. Meninggalkan pekerjaan anda sebentar untuk mengantarnya menunjukan buku yang dimaksud, dan kembali melanjutkan pekerjaan anda
            E. Menyuruhnya menunggu, setelah pekerjaan selesai baru akan bisa membantunya.

            Dalam soal diatas setiap peserta tes dipastikan akan banyak menjawab dan memilih jawaban D -  mungkin salah satunya adalah kamu...iya kan??

            Jika kamu memilih jawaban D - mimin ucapkan "SELAMAT" bahwa kamu memilih "jawaban coret", dan bersiap saja untuk gagal dalam tes CPNS 2019 nanti.

            Jawaban D adalah bukan jawaban yang tepat, tapi dalam kenyataannya lebih dari 90% peserta tes akan memilih jawaban tersebut dan berakhir tragis.

            Jadi mana jawaban yang benar, dan bagaimana cara melakukan analisanya?
            okay..okay...mimin berikan caranya di bagian pembahasan berikut.


            Pembahasan Soal:

            Paket LKIT Xtreeme 2019Untuk menyelesaikan dan mengetahui nilai jawaban 5 dalam soal tes TKP ada rumus khususnya. Dengan rumus yang diberikan mimin maka semua soal TKP bentuk apapun akan bisa dilibas dengan mudah. Total rumus TKP ketjeh adalah sebanyak 13 rumus - dan semuanya sudah mimin jelaskan dengan detail dalam Paket LKIT Xtreeme termasuk dengan soal soal CPNS TKP asli tahun 2018.

             Rumus Ketjeh Mimin No 1
            Baca Soal dengan Tenang, Fokus dan untuk Jawaban carilah Jawaban yang Real, Tidak Berkhayal, Tidak Terbawa Perasaan, Apa adanya, Sesuaikan dengan norma hukum yang berlaku, tidak Sontoloyo dan jawaban tanpa keberpihakan ke salah satu pihak. Jawaban Salah dengan nilai absurd dan Gatot alias Gagal total adalah pasti jawaban yang seakan kamu bak berhati malaikat

            Sesuai dengan rumus ketjeh mimin diatas untuk dapatkan nilai tertinggi, kita jangan sampai terjebak dengan jawaban yang seakan kita berhati malaikat, sotoy, sontoloyo dan terbawa perasaan - tapi carilah jawaban yang real.

            baca juga: Mengenal Pertanyaan Jebakan dalam Tes Wawancara CPNS

            Kita lihat lagi soalnya, dengan teliti. Di dalam soal kita dihadapkan dengan pekerjaan yang mutlak harus selesai dalam 1 jam. Ingat sekali lagi 'Mutlak Selesai dalam 1 jam' dan harus di garis bawahi.

            Maka jawaban dengan nilai tertinggi adalah A

            kenapa?

            • Bisa dibayangkan jika kamu memilih D......itu baru seorang yang bertanya, bagaimana jika ada 15 orang yang bertanya kepada kamu dengan pertanyaan yang sama...akankah kamu terus terusan menolong dan mengabaikan pekerjaan kamu....dijamin pekerjaan kamu tidak selesai !!
            • Option A, adalah kita menyuruh teman kita untuk bertanya kepada petugas perpustakaan. Disana digaris bawahi bertanya ke petugas perpustakaan....dan itulah memang tanggung jawab dari seorang petugas perpustakaan...kita sudah mengarahkan kepada orang yang benar
            • Dengan option A maka jawaban kita tidak sontoloyo dan real, tidak asal kasih tahu karena memberikan informasi yang benar dengan menyuruhnya bertanya kepada orang yang lebih kompeten di bidangnya.
            Untuk 12 Rumus TKP sisanya silakan pelajari Paket LKIT Xtreeme dan sangat rekomen kamu semua memiliki dan mempelajari Paket LKIT Pack Titanium

            Untuk testi lulus CPNS murni dengan Paket LKIT pada penerimaan CPNS tahun 2018 kemarin, sebagian diantaranya bisa dilihat di bagian testimonial lulus CPNS 2018


            Kamis, 23 Mei 2019

            0

            Surat Edaran Pengadaan CPNS 2019 Keluar - Rekrutmen CPNS Di Depan Mata

            Surat Edaran Pengadaan CPNS 2019
            Pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 semakin menemui titik terang setelah Kementerian PAN RB menerbitkan surat Nomor B/617/M.SM.01.00/2019 tentang Pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2019 bagi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Dalam surat Menteri PANRB tersebut, dijelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan usulan kebutuhan formasi ASN untuk tahun ini.

            Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa usulan kebutuhan ASN tahun 2019 bagi pemerintah daerah harus memperhatikan ketersediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan prinsip zero growth, kecuali untuk pemenuhan ASN bidang pelayanan dasar. Adapun usulan untuk jabatan pelaksana harus berpedoman pada peraturan Menteri PANRB Nomor 41 Tahun 2018 tentang nomenklatur Jabatan Pelaksana, dan untuk Jabatan Fungsional diprioritaskan pada jenjang ahli pertama, terampil, serta masih dimungkinkan untuk jenjang pemula.

            Usulan Kebutuhan CPNS Pemerintah Daerah

            Lulus CPNS 2018 Paket LKITDalam menyampaikan usulan kebutuhan, untuk pemerintah daerah berdasarkan peta jabatan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dan memperhatikan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki batas usia pensiun tahun 2019, rasio jumlah penduduk dengan PNS, luas wilayah, serta melampirkan surat pernyataan kesediaan anggaran gaji dan latihan dasar (latsar) bagi CPNS.

            Untuk alokasi pegawai, pemerintah daerah mendapat 30 persen untuk CPNS, dan 70 persen untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pegawai di bidang pelayanan dasar pada satuan/unit kerja di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar dengan memberi kesempatan kepada pegawai non-PNS yang saat ini masih aktif bekerja secara terus-menerus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pengadaan ASN diutamakan bagi satuan/unit kerja yang dalam pengadaan CPNS tahun 2018 tidak mendapat alokasi tambahan pegawai baru.

            Usulan Kebutuhan CPNS Pemerintah Pusat

            Paket LKIT XtreemeSedangkan untuk usulan kebutuhan CPNS pemerintah pusat, usulan tersebut haruslah memperhatikan peta jabatan yang telah ditetapkan PPK, dan jumlah PNS yang memasuki batas usia pensiun tahun 2019, serta kesediaan anggaran untuk latsar bagi CPNS. Untuk alokasi pegawai, pemerintah pusat mendapat 50 persen untuk CPNS, dan 50 persen untuk PPPK yang diprioritaskan untuk satuan/unit kerja yang dalam pengadaan CPNS tahun 2018 tidak mendapat alokasi tambahan pegawai baru.

            Selain itu, setiap instansi dapat mengusulkan kebutuhan jabatan fungsional yang dapat diisi dari PPPK dengan memberi kesempatan kepada pegawai non-PNS yang saat ini masih aktif bekerja secara terus-menerus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.


            Usulan kebutuhan yang telah diinput ke dalam aplikasi e-Formasi dicetak dan disampaikan secara resmi kepada Menteri PANRB dan Kepala BKN, dengan cara diunggah dalam format file pdf pada menu ‘Unggah Usulan Formasi’ dalam aplikasi e-Formasi. Proses usulan kebutuhan pegawai paling lambat disampaikan pada minggu kedua bulan Juni 2019, dan apabila terdapat K/L/Pemda yang belum menyampaikan, maka dinyatakan K/L/Pemda tersebut tidak melaksanakan pengadaan ASN Tahun 2019.

            Baca Juga: Mengenal Pertanyaan Jebakan Dalam Tes Wawancara CPNS

            Sebelumnya, Kementerian PANRB telah menetapkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 12/2019 tentang Kebutuhan Pegawai ASN Tahun Anggaran 2019. Keputusan Menteri PANRB tersebut secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan ASN guna mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien.


            Sosmed Kita

            Facebook
            Like Us
            Google Plus
            Follow Us
            Twitter
            Follow Us
            Pinterest
            Follow Us

            Subscribe dapetin info asncpns

            (Kamu dapetin kabar Fresh dari kita, aman dari HOAX)