Pelajari Paket LKIT Xtreeme dan Jadilah ASN Tahun ini...TERBATAS!!

Video of the Day

Hot Update

Sabtu, 19 Oktober 2019

0

Awas!! Soal TKP CPNS 2019 Jadi Soal Momok dan Tricky

Menjadi seorang ASN bukanlah hal yang mudah - rangkaian seleksi demi seleksi harus mampu dilewati dengan nilai yang memenuhi ambang batas yang ditentukan. Tes SKD dan SKB menjadi 2 tes wajib dilewati oleh tiap tiap peserta tes yang berhasil memenuhi nilai passing grade.
Soal TKP CAT CPNS 2019 Tricky

Tes Karakteristik Pribadi menjadi salah satu tes di SKD yang paling banyak menjatuhkan peserta. Sebagaian besar peserta tes seleksi CPNS pada 2018 kemarin sebagian besar gagal memenuhi nilai passing grade dari TKP ini.

Tidak hanya 2018, dalam tes cpns tahun 2019 sekarang tes TKP diprediksi masih akan menjadi momok dan menjadi soal tes yang akan banyak membungkam banyak perserta tes dibanding soal TIU dan TWK.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan para pendaftar harus memberi perhatian lebih soal tes yang satu ini.

"Mungkin juga harus diperhatikan, pada tahun 2018 itu TKP soal karakteristik pribadi banyak yang bermasalah. Mungkin itu yang mesti dipersiapkan sebaik-baiknya, tes ini sangat tricky," kata Ridwan, Sabtu (19/10/2019).

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) sendiri menguji kepekaan sosial budaya, pelayanan publik, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, hingga jejaring kerja si calon PNS. Menurut Ridwan, tes ini isi soalnya banyak yang menjebak, bahkan tidak ada kata salah di tiap soal.

"Ini tuh rentang nilai 1-5 nggak ada nilai salah, benar, lebih benar, dan paling benar, kayak tes psikologi," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan dalam mengerjakan tes ini, si pendaftar harus berpikir layaknya sudah menjadi PNS. "Prinsipnya adalah saat ngerjain itu kita harus punya mindset kita udah jadi PNS," ujarnya.

Selain itu, soal tes TKP bentuknya HOTS (High order thinking skill) yang membuat si pendaftar harus bisa memaknai lebih dalam maksud dari soal, bukan cuma membaca soalnya saja.

"Soalnya bentuknya High Order Thinking Skill, jadi kalau cuma baca nggak bisa memaknai ya cuma dapat nilai 1,2,3 kalau dapat 5 kan nilainya bisa lebih bagus," ucap Ridwan.

Dalam Paket LKIT dberikan rumus khusus untuk menyelesaikan soal cpns TKP. Dengan menerapkan rumus ketjeh yang diberikan - setiap peserta diharapkan mampu mendapatkan nilai 5 dari masing masing soal tes TKP.

Sebetulnya soal TKP itu tidak sulit, hanya saja logika jawaban tiap peserta sering terjebak pada sesuatu dalam lingkaran umum - dan hal ini sama halnya saja dengan jawaban jawaban soal umum yang tidak diharapkan oleh para psikolog.

Penerapan rumus ketjeh akan membawa sesuatu menjadi berbeda - out of the box - dan tentunya berharap nilai 5 sempurna dari setiap soal. Pahami, kuasai dan terapkan rumus ketjeh TKP dalam Paket LKIT - dan gapailah masa depan dengan #2019JadiASN

Berikut adalah beberapa testimonial kelulusan CPNS tahun 2018 dengan Paket LKIT - silakan lihat dibagian ini.
Sedangkan mengenai tanggapan dan apresiasi Kementerian PAN RB terhadap Paket LKIT silakan lihat dibagian ini


Senin, 30 September 2019

0

Materi Soal Seleksi CAT CPNS Mengenai Azas ASN - Hafalkan Agar tidak Cemen !!

Dalam seleksi CAT CPNS sering kali ditemukan soal soal yang berkaitan dengan azas azas yang berkaitan dengan Aparatur Sipil Negara. Jika tidak mengetahui, soal tersebut akan dianggap sulit dan membingungkan. So, agar tidak bingung lagi - silakan dihapal dan soal soal yang berkaitan dengan azas ASN sudah bisa terjawab semuanya disini.

Akurasi Paket LKIT Sangat Akurat

Semua azas azas ASN yang dimaksud adalah:
  • “Asas Kepastian Hukum” adalah dalam setiap penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen ASN, mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan.
  • “asas profesionalitas” adalah mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • “Asas Proporsionalitas” adalah mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Pegawai ASN.
  • “Asas Keterpaduan” adalah pengelolaan Pegawai ASN didasarkan pada satu sistem pengelolaan yang terpadu secara nasional.
  • “Asas Delegasi” adalah bahwa sebagian kewenangan pengelolaan Pegawai ASN
  • dapat didelegasikan pelaksanaannya kepada kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, dan pemerintah daerah.
  • “Asas Netralitas” adalah bahwa setiap Pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.
  • “Asas Akuntabilitas” adalah bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Pegawai ASN harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • “Asas Efektif dan Efisien” adalah bahwa dalam menyelenggarakan Manajemen ASN sesuai dengan target atau tujuan dengan tepat waktu sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.
  • “Asas Keterbukaan” adalah bahwa dalam penyelenggaraan Manajemen ASN bersifat terbuka untuk publik.
  • “Asas Nondiskriminatif” adalah bahwa dalam penyelenggaraan Manajemen ASN, KASN tidak membedakan perlakuan berdasarkan jender, suku, agama, ras, dan golongan.
  • “Asas Persatuan dan Kesatuan” adalah bahwa Pegawai ASN sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • “Asas Keadilan dan Kesetaraan” adalah bahwa pengaturan penyelenggaraan ASN harus mencerminkan rasa keadilan dan kesamaan untuk memperoleh kesempatan akan fungsi dan peran sebagai Pegawai ASN.
  • “Asas Kesejahteraan” adalah bahwa penyelenggaraan ASN diarahkan untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup Pegawai ASN.
Semoga bermanfaat - sukses selalu !!! Untuk bahan pembelajaran detail, silakan pelajari paket LKIT di paketlkit.com.
100% Paket LKIT - 100% Akurat


Sabtu, 28 September 2019

0

Rincian Jadwal Kegiatan Penerimaan CPNS 2019

Jadwal Rekrutmen CPNS 2019
Rincian Schedule Penerimaan CPNS 2019

Jadwal Pengumuman CPNS: Minggu IV Oktober 2019
Total Alokasi Formasi CPNS: 197.111 Formasi
Alokasi Formasi Pusat: 74 Kementerian - 37.854 Formasi
Alokasi Formasi CPNS Daerah: 467 Pemda - 159.257 Formasi
Perkiraan Calon Pelamar: 5.5 Juta Pelamar
Schedule Pelaksanaan Tes: Lihat di bawah


Persyaratan Umum
  • Warga Negara Indonesia;
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS, Calon Anggota/AnggotaTNI/POLRI;
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/POLRI atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak pernah dipidana dengan pidanapenjara berdasarkan putusan pengadilanyang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  • Berkelakuan baik;
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;
  • Bersediaditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • IPK Minimal dan akreditasi program studi dari BAN-PTpada saat lulus
  • Menguasai Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan hasil TOEFL/Preparation TOEFL dalam 2 tahun terakhir dengan nilai minimal 450; (tidak semua instansi menerapkan)
  • Untuk pelamar lulusan dari luar negeri, ijazahnya telah mendapatkan penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Kementerian yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan Tinggi;
  • Berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar - dan untuk beberapa formasai diizinkan max berusia 40 tahun
  • Bagi pelamar pria dan wanita dilarang memiliki tato dan bagi pelamar pria dilarang memiliki tindik

Sementara itu, rincian profesi yang dapat melamar CPNS dengan usia maksimal 40 tahun ialah sebagai berikut:

1. Untuk mendaftar pada jabatan dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa tidak harus berpendidikan dokter/dokter spesialis atau doktor (S3), bila usia pelamar maksimal 35 tahun pada saat mendaftar. Khusus untuk dosen, sesuai UU tentang Guru dan Dosen, pendidikan minimal adalah S2 atau yang setara.

2. Persyaratan harus berpendidikan minimal dokter/dokter gigi spesialis atau doktor (S3) diberlakukan hanya bagi pelamar pada jabatan dokter, dokter gigi, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti dan perekayasa yang usianya lebih dari 35 tahun dan maksimal 40 tahun saat melamar. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pada 6 jabatan tersebut dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, hasil penelitian dan perekayasaan teknologi.


Kriteria Jalur Penerimaan Pelamar
  1. Cumlaude adalah pelamar lulusan terbaik (cumlaude/dengan pujian) dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude/dengan pujian pada ijazah atau transkrip nilai.
  2. Disabilitas Fisika dalah pelamar yang mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerakyang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir. Contoh: amputasi, celebral palsy (kelainan kongenital pada gerakan, otot, atau postur) dan orang kecil.
  3. Putra/Putri Papua dan Papua Barat adalah pelamar yang mempunyai garis keturunan orang tua (bapak/Ibu) Aslidari Papua, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku
  4. Diaspora adalah pelamar yang menetap diluar Indonesia dan memiliki Paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional dibidangnya minimal selama 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja.
  5. Jalur Khusus Atlet Berprestasi yang dikuhususkan u/ atlet berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dalam bidang olah raga.
  6. Jalur khusus bagi pegawai lainnya yang bersifat strategis untuk formasi di pemerintah pusat
  7. Umum adalah pelamar yang tidak termasuk kriteria pelamar diatas

Untuk sistem rekrutmennya juga dibagi menjadi empat, yaitu sistem rekrutmen melalui talent scouting, regular, professional, dan inclusion.

Untuk atlet berprestasi sendiri termasuk dalam sistem rekrutmen inclusion. Sedangkan, untuk diaspora masuk dalam sistem rekrutmen professional bersama dengan pegawai setara PNS atau PPPK.


Seleksi dan Pelaksanaan Ujian
1.SeleksiTahapanSeleksi Calon Pegawai Negeri SipilBadan Kepegawaian Negara terdiri atas 3 tahap dengan sistem gugur yang meliputi:
1.1. Seleksi Administrasi;
1.2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT), bobot 40%;
1.3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), bobot 60%, terdiri dari:
  • Seleksi kompetensi teknis jabatan yang dilamar dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT), bobot 50%;
  • Psikometri, bobot 35%;
  • Wawancara kompetensi manajerial dan sosial kultural, bobot 15%
Note: Khusus wawancara tidak semua instansi menerapkan.

CAT BKN 2019
Kegiatan Jadwal Penerimaan CPNS

Mengutip dokumen kebijakan rekrutmen CPNS 2019 Kementerian PAN-RB, yang disampaikan dalam Rakornas Kepegawaian 2019, Sabtu (28/9/2019), pengumuman pembukaan lowongan CPNS 2019 akan dilaksanakan mulai Oktober hingga November 2019 secara bertahap.

"Insyaallah diumumkan nanti di Bulan Oktober, ada pengumuman (pembukaan seleksi) CPNS," kata Sekretaris KemenPan-RB Dwi Wahyu Atmaji dalam rakornas tersebut.

Untuk pendaftaran CPNS, akan dimulai pada bulan November 2019. Setelah itu, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada Desember 2019, yang akan dilanjutkan dengan masa sanggah pada bulan Januari tahun 2020. Masa sanggah itu untuk menyampaikan keberatan terkait hasil tahapan seleksi.

  • Pengumuman: ±7 hari kerja
  • Pendaftaran Online: ± 14 hari kerja
  • Cetak Kartu Peserta Ujian: Saat pendaftaran online
  • Pengumuman Seleksi Administrasi: ±30 hari kerja dari pengumuman CPNS secara resmi
  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) - Tentative
  • Pengumuman Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) - Tentative
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) - Tentative
  • Pengumuman Akhir Seleksi CPNS - Tentative

Persiapkanlah kemampuan terbaik untuk bisa meraih hasil terbaik. Siapapun bisa #2019JadiASN dan lulus murni - belajarlah dengan bahan terbaik paketlkit.com
Tanggapan Kemenpan RB mengenai bahan pembelajaran Paket LKIT lihat disini

Dalam formasi CPNS kali ini pemerintah akan memprioritaskan untuk tenaga teknis di lapangan. Meliputi:

1. Lowongan untuk guru sebanyak 63.324 formasi.
2. Lowongan untuk pegawai kesehatan sebanyak 31.756 formasi.
3. Lowongan untuk pegawai teknis fungsional sebanyak 23.660 formasi.
4. Lowongan untuk pegawai teknis lainnya sebagai 28.767 formasi.
5. Lowongan untuk dosen sebanyak 2.194 formasi.

Mudah mudahan kamu semua bisa menjadi ASN murni tahun ini. Persiapkan kemampuan dengan sebaik baiknya


Rabu, 11 September 2019

0

CPNS 2019 Diumumkan Resmi Akhir September

Pengumuman pengadaan CPNS tahun 2019 yang ditunggu calon pelamar akhirnya mendapatkan kejelasan setelah pihak Kementerian PAN RB menginformasikan bahwa pengumuman akan diumumkan pada akhir september dan atau paling lambat pada awal bulan oktober 2019.

Quota Formasi Penerimaan CPNS jalur umum tahun 2019 adalah diperuntukan untuk formasi CPNS pusat dan formasi CPNS daerah. Kebutuhan CPNS diprioritaskan untuk jabatan fungsional (tertentu) dan jabatan teknis lain yang mendukung tugas inti (core business) instansi. Khusus untuk pemerintah daerah diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, serta jabatan-jabatan yang mendukung pembangunan infrastruktur.

Hingga saat ini Kementerian PANRB sedang melakukan finalisasi penetapan formasi untuk pengadaan CPNS 2019 pada instansi baik pusat maupun daerah. Setelah penetapan formasi, setiap instansi yang mendapatkan formasi akan mengumumkan pengadaan CPNS di instansi masing-masing, yang antara lain akan berisi: jabatan yang lowong dan akan diisi, jumlah formasi untuk setiap jabatan, persyaratan untuk setiap jabatan (termasuk syarat pendidikan minimal), serta tata cara dan waktu pendaftaran.

Total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 yang mencakup 100.000 ribu formasi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dan 100.000 formasi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Tahap Kedua.

Kalender CPNS

BKN memperkirakan sebanyak 5,5 juta pelamar akan mengikuti seleksi penerimaan ASN pada Oktober mendatang. Jumlah itu melebihi pelamar pada seleksi CPNS tahun 2018 sebanyak 3.636.251 juta, dengan rincian jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791

Untuk rencana pelaksanaan seleksi ASN pada Oktober 2019, dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

Sebari menunggu pengumuman resmi yang akan diumumkan Kementerian PAN RB  - persiapkanlah diri dengan kemampuan terbaik, dengan cara belajar terbaik. Sebagai bahan pembelajaran resmi CPNS 2019 silakan pelajari Paket LKIT di paketlkit.com

Tanggapan Kemenpan RB mengenai bahan pembelajaran Paket LKIT bisa dibaca dan dilihat di http://www.paketlkit.com/p/special.html


Selasa, 13 Agustus 2019

0

Detail Rencana Pengadaan CPNS 2019 dan Evaluasi Pengadaan CPNS 2018

Pengadaan CPNS tahun 2019 yang direncanakan digelar bulan oktober mendatang, pelaksanannya akan tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Penyebaran titik lokasi tes sebanyak 108 di seluruh Indonesia terdiri dari fasilitas BKN dan Pemda dengan jumlah total infrastuktur komputer CAT sebanyak 7.532 buah

Infrastruktur CAT Pengadaan CPNS 2019

Pelaksanaan ujian ASN 2019 direncanakan terbagi menjadi 2 jenis ujian yaitu ujian instansi pusat dan daerah dimana peserta diusulkan memilih satu jenis pilihan yaitu seleksi CPNS atau seleksi P3K.

Peserta tes tahun ini diperkirakan mencapai 5,5 juta calon pelamar yang merupakan gabungan antara pelamar di instansi pusat dan daerah

Permasalahan dalam Pengadaan ASN 2019

Permasalahan dalam Pengadaan ASN 2019

Evaluasi Pengadaan CPNS 2018

Evaluasi Pengadaan CPNS 2018

Berdasarkan dari data BKN diatas bisa dilihat secara jelas, bahwa jumlah pelamar yang mmelakukan pendaftaran seleksi CPNS 2018 adalah sebanyak 3.636.251 orang akan tetapi pada akhirnya jumlah PNS yang berhasil mengantongi NIP atau dalam hal ini jumlah PNS yang dinyatakan lulus sampai dengan tahap akhir adalah sebanyak 179.657 orang. Jumlah ini hanyalah sekitar 5 persen saja dari total pendaftar.
Soal CPNS 2019
Sangat miris memang jika melihat peta persaingan dan kompetitor yang bersaing dalam satu formasi. Penyebab ketidaklulusan pendaftar tersebut diantaranya diakibatkan kesalahan yang dilakukan pada seleksi administrasi, diantaranya:
  1. Ijazah tidak sesuai kualifikasi pendidikan
  2. Dokumen pendukung yang tidak lengkap
  3. KTP yang diupload tidak jelas
Sementara dalam seleksi SKD sendiri kebanyakan peserta gagal memenuhi nilai ambang batas dari nilai TKP. Tes seleksi SKD sendiri terdiri dari TIU, TWK dan TKP dengan nilai passing grade yang berbeda satu sama lain. Materi pembelajaran berbobot bisa dipelajari dalam Paket LKIT Xtreeme


Senin, 12 Agustus 2019

0

PPPK Juga Spesial lho - Ini Kelebihannya #PPPKSpesial

Seleksi PPPK
Jika saat ini Formasi PPPK masih dianggap untuk kalangan pelamar yang umurnya diatas 35 tahun karena tidak bisa melamar jalur CPNS dari jalur umum - sebetulnya anggapan tersebut bisa dipatahkan dengan hal hal yang spesial dari jabatan PPPK itu sendiri.

Terus apa saja yang dianggap spesial dari PPPK?
Ini adalah beberapa diantaranya

Formasi PPPK itu Spesial

Pertama...

Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan yang membedakan lowongan dari CPNS dan PPPK adalah dari sisi posisi yang akan dibuka.

Dia menjelaskan, posisi yang dibuka untuk lowongan PPPK bisa merupakan jabatan tinggi. Sementara untuk CPNS harus dari level awal.

Jadi kesimpulannya - jika kamu ingin melamar langsung pada jabatan tinggi, maka pilihlah formasi PPPK

"Kalau PPPK kan kita bisa merekrutnya di level yang kita inginkan. Kalau PNS harus selalu dari bawah. Kalau misalnya saya butuh level yang madya (menengah senior), saya bisa merekrut dengan cara PPPK itu. Dan itu langsung duduk sebagai tenaga ahli," katanya di Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019)

Kedua...

Dia mengungkapkan, bahwa pembukaan lowongan PPPK tahap II nanti lebih ditujukan untuk mengisi posisi yang strategis dan profesional. Berbeda dari PPPK tahap pertama yang telah dilakukan, yakni memprioritaskan tenaga honorer.

Adapun lowongan jabatan tinggi yang akan diisi PPPK itu akan sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi.

Demografi Lulus PPPK Tahap 1


Jadwal rekrutmen PPPK? ditunggu saja..sabar yah...sebentar lagi juga akan diumumkan. lebih baik belajar dan persiapkan diri dengan kemampuan terbaik

Ketiga...

Formasi PPPK bisa mengisi satu jabatan tinggi dengan persetujuan presiden.

"PPPK ini dapat mengisi satu jabatan tinggi pimpinan madya tertentu dengan persetujuan presiden. Jadi mereka-mereka yang saat ini sudah masuk itu nanti sama statusnya sebagai PPPK. Dua adalah jabatan fungsional," jelas Wangsa.

Keempat...

Tidak hanya PNS yang bisa mendapatkan tunjangan, PPPK juga dapat lho. Berdasarkan UU ASN Pasal 22, PPPK berhak memperoleh:
  1. gaji dan tunjangan;
  2. cuti;
  3. perlindungan; dan
  4. pengembangan kompetensi.
Hanya saja yang tidak didapatkan PPPK adalah  jaminan pensiun

Manajemen PPPK


Kelima...

Masa Kerja Fleksibel....??

Ya, PPPK memiliki masa kerja fleksibel. Masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja. Masa perjanjian kerja PPPK juga dirinci pada Pasal 37 PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Jadi jika kamu seorang pengusaha dan ingin merasakan jabatan tinggi di lingkungan kerja lingkup bidang pemerintahan - kamu bisa melamar PPPK. dan setelah masa perjanjian kerja habis, kamu bisa kembali lagi ke jalur awal...jadi, fleksibel kan?

Keenam...
Meskipun sama sama menggunakan CAT CPNS - tes untuk PPPK berbeda dengan tes CPNS. Jika tes CPNS terdiri dari TKP, TIU dan TWK maka tes PPPK terdiri dari 4 jenis materi, apa saja?

Berikut adalah materi tes seleksi PPPK yang akan diujikan.
  1. Kompetensi Teknis: 40 soal pilihan ganda. Benar (B) bernilai 3, Salah (S) bernilai 0. Nilai maksimum 120.
  2. Kompetensi Manajerial: 40 soal pilihan ganda. B: 1, S: 0. Nilai maksimum 40.
  3. Kompetensi Sosio Kultural: 10 soal pilihan ganda. B: 2, S: 0. Nilai maksimum 20.
  4. Wawancara: 10 soal pilihan ganda. B: 3, 2, atau 1, S:0. Nilai maksimum 30
Jadi bersiap siap bagi yang akan mau ikut tes tahun ini baik calon pelamar PPPK ataupun pelamar CPNS. Sukses semua buat kamu - semoga tahun ini adalah rejeki kamu menjadi ASN...Aamiin.

Jika kamu belum memiliki aplikasi simulasi CAT resmi BKN dan atau bahkan ingin mencoba simulasi CAT online versi BKN silakan akses paketlkit.com - kamu bisa mendownloadnya secara free dan juga mengakses simulasi CAT BKN secara online gratis, walaupun kamu tidak melakukan pembelian Paket LKIT.

Jika kamu ingin memiliki referensi pembelajaran terbaik, maka silakan pelajari dan miliki Paket LKIT Xtreeme - cara pembelian dan penjelasan tertera di alkamat web yang sama.

Ketujuh...
PPPK tidak dibatasi batasan umur maksimal 35 tahun seperti persyaratan CPNS. Kamu semua bisa melamar PPPK dan batasan umur melamarnya adalah minimal 20 tahun dan max 57 tahun.

Agar nanti tidak melakukan kesalahan saat mendaftar PPPK 2019 nanti - silakan di download panduan resmi mendaftar PPPK dibagian ini

#PPPKSpesial


Selasa, 06 Agustus 2019

0

Siasat Jawab Soal HOTS CPNS Pancasila

Soal HOTS CPNS Pancasila Kategori Sulit

"Soal HOTS CPNS" atau dalam arti yang lebih gampang dimengerti bisa diartikan sebagai "Soal yang dikategorikan sebagai soal yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam penyelesaiannya" adalah merupakan type soal CPNS baru yang dibuat dengan tujuan untuk mencetak seorang ASN handal yang mampu berfikir cepat, berfikir kreatif dan menciptakan paradigma baru dalam sebuah lingkungan dan ruang dimensi sesuai tuntutan era Revolusi Industri 4.0

Soal soal HOTS ini muncul sebagai jawaban untuk bisa menciptakan SDM ASN 4.0 yang berbeda dari ASN yang sudah ada saat ini - mereka dituntut untuk serba cepat, berfikir tingkat tinggi, serba Jeli, Fleksibel dan selalu berfikir alternatif dalam melayani dan memecahkan suatu permasalahan yang timbul di lingkungan pekerjaan yang serba cepat

Karakter Soal HOTS CPNS
Soal HOTS CPNS
Karakter dari Soal Higher Order Thinking Skills ini bisa dicirikan sebagai berikut
  1. Sulit dipahami jika hanya dibaca satu kali
  2. Memerlukan lebih dari 1x dibaca
  3. Type soal panjang panjang layaknya sebuah cerita
  4. Menghabiskan waktu
Jika melihat point diatas, bukan hal yang tidak mungkin setiap peserta tes akan kehabisan waktu, walaupun hanya untuk bisa mengerjakan 1 soal saja. Dalam tes CAT CPNS sendiri, tiap peserta akan diberikan 100 soal yang harus selesai dikerjakan dalam jangka waktu 90 menit, ini berarti jika diambil rata rata 1 soal bernilai sekitar 54 detik.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kita bisa menyelesaikan soal dan menjawabnya dalam waktu 54 detik, jika membaca soalnya saja membutuhkan waktu 1 menit???

Itulah yang terjadi dan dirasakan di lapangan oleh sebagian besar peserta tes, khususnya bagi kamu yang pernah mengikuti tes seleksi CPNS 2018. Mereka mnenyatakan bahwa waktu yang diberikan tidak cukup. Benarkah demikian??

Siasat Jawab Soal HOTS

Pertanyaan diatas tidak sepenuhnya benar jika setiap orang mengetahui trik rahasia dalam menjawab soal HOTS. Khususnya dalam Paket LKIT, kamu akan diberikan rumus khusus sehingga soal cpns yang disajikan tidaklah harus dibaca seluruhnya karena hanya akan menghabiskan waktu. Didalam tiap soal akan selalu ada inti pointnya - dan inti point tersebut itulah yang dijadikan rumus ketjeh.

Rumus tersebut tidak hanya disajikan untuk soal soal TKP, melainkan juga untuk soal soal UUD 45, Soal Soal Pancasila, Soal Figural dan Soal Hitungan.

baca juga:  Tips Libas Soal TKP HOTS Absurd

Rumus dalam hitungan mungkin sudah tidak aneh - tapi jika pancasila memiliki rumus, UUD 45 memiliki rumus, TKP memiliki rumus - itulah keistimewaan Paket LKIT. Dan karena itulah mengapa Paket LKIT selalu dinanti dan diburu, isinya selalu berbeda dari bahan pembelajaran lainnya di pasaran.

Soal HOTS Tes Wawasan Kebangsaan
    Berikut adalah contoh dari Soal HOTS CPNS Pancasila 2019

    TANGSEL - Kejadian pilu menimpa 2 orang bocah di bawah umur di yayasan sosial Husnul Khotimah Indonesia, Jalan Tentara Pelajar, Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka disekap berhari-hari, seraya mendapat penganiayaan dari pengurus yayasan.

    Bocah malang itu berinisial, SA (16) dan GP (16), keduanya tercatat pernah menjadi relawan yayasan amal tersebut. Saat bertugas, mereka berkeliling pemukiman dan mendatangi rumah satu-persatu dengan modal amplop kosong dan brosur yayasan.

    Peristiwa tragis itu dimulai, saat beberapa pengurus yayasan pada tanggal 5 September 2018 lalu memergoki SA dan GP berada di wilayah Jakarta Selatan. Meski sudah tak menjadi relawan yayasan, keduanya dan seorang remaja yang diketahui bernama Dona Ardiana (21), terlihat tengah meminta sumbangan dengan brosur yayasan.

    Melihat hal itu, pengurus yayasan bernama Dedi (25), langsung membawa ketiganya ke kantor yayasan untuk diinterogasi. Disana, Dedi dibantu pengurus yang lain, Abdul Rojak (33) dan Haerudin (27), langsung melakukan penganiayaan.

    "Ketiga korban dibawa ke kantor yayasan, lalu diintimidasi dan dianiaya. Penganiayaan itu berupa pemukulan, mata dan mulut korban di tutup lakban, rambutnya digunduli secara paksa. Salah satu tersangka juga mengarahkan sepatunya ke mulut korban dengan cara paksa untuk dijilat," terang Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Senin (24/9/2018).

    Menurut Ferdy, para tersangka mengakui bahwa penganiayaan itu dipicu oleh ulah korban yang meminta sumbangan mengatasnamakan yayasan Husnul Khotimah. Ketiganya pun disekap selama 5 hari, dan diharuskan membayar ganti rugi sebesar Rp18 juta jika ingin dilepaskan.

    "Keluarganya (korban) melapor bahwa korban ini disekap oleh yayasan. Jika ingin dilepas, maka harus menebusnya berdasarkan kerugian yayasan selama namanya dicatut oleh korban. Lalu kita lakukan penyelidikan, 2 tersangka kita tangkap dalam waktu berbeda. Sedangkan tersangka Haerudin masih buron," tambahnya.
    Informasi yang dihimpun, para pelaku rupanya memiliki posisi berbeda-beda di yayasan yang baru berdiri sekira 2 tahun lalu itu. Pelaku Dedi diketahui bertugas sebagai pengurus, Abdul Rojak sebagai pemilik dan penanggung jawab yayasan, serta Haeruddin yang bekerja sebagai pegawai tak tetap Dinas Perhubungan Kota Tangsel itu berstatu adalah teman dari Abdul Rojak.

    Dari hasil penyelidikan diperoleh keterangan mencengangkan, bahwa ternyata hasil penggalangan donasi amal selama ini oleh pelaku justru digunakan untuk keperluan pribadi. Sedangkan status yayasan itu sendiri masih dalam penelusuran dan menunggu penjelasan lembaga terkait (Kemenkumham).

    "Status yayasannya masih menunggu jawaban dari Kemenkumham. Berdasarkan pengakuan tersangka, rupanya donasi yang terkumpul selama ini digunakan untuk keperluan pribadi. Perhari, mereka minimal mendapat setoran Rp300 ribu dari satu relawan, nanti hasilnya 70 persen untuk tersangka, sisanya 30 persen untuk relawan itu," jelas Ferdy.

    Dua dari tiga korban yang masih dibawah umur itu kini terus didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel. Penyekapan dan penganiayaan yang dialami keduanya, masih menyimpan trauma mendalam.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal berlapis, yakni Pasal 77 Subsider Pasal 80 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014, atas Perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan atau Pasal 333 KUHP, dan atau Pasal 351 KUHP, dan atau Pasal 335 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumnya adalah 15 tahun penjara. 

    Berdasarkan dari penggalan cerita kejadian diatas, terdapat ketidaksesuaian dalam penerapan sila pancasila - terutama sila pancasila ke

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Tips:

    Jika kamu membaca soalnya sampai selesai, kamu akan kehabisan waktu. Waktu untuk membaca soalnya saja dibutuhkan waktu 1 menit 30 detik belum lagi jika kamu perlu 2x membaca berarti kamu butuh waktu 3 menit untuk hanya bisa membaca dan memahami satu soal ini saja.

    Apakah soal ini harus dibaca sampai selesai??

    Jawabnya adalah tidak....Jawabnya kamu perlu Rumus Ketjeh untuk bisa menyelesaikannya. Dengan rumus ketjeh yang diberikan kamu hanya butuh 3 detik saja dalam menyelesaikan soal dan menjawabnya, dan tentu saja jawabannya adalah 100% benar. Rumusnya ada dalam Paket LKIT Xtreeme. "Rumus Ketjeh Pancasila"

    Kuasai semua rumus ketjeh pancasila dalam Paket LKIT Xtreeme. Pelajari Paket LKIT sekarang dan gapailah masa depan. Sebagai referensi dan rekomendasi terbaik, pilih dan pelajari Paket LKIT Pack Titanium. Apresiasi Kementerian PAN RB terhadap Paket LKIT bisa dilihat di http://www.paketlkit.com/p/special.html


    SATU PELURU hanya bisa tembus 1 kepala tapi..SATU TULISAN bisa menembus jutaan kepala - selamat belajar dengan Paket LKIT 😊


    Sosmed Kita

    Facebook
    Like Us
    Google Plus
    Follow Us
    Twitter
    Follow Us
    Pinterest
    Follow Us

    Subscribe dapetin info asncpns

    (Kamu dapetin kabar Fresh dari kita, aman dari HOAX)