Jalan Terang Honorer K2


By | 02.14 Leave a Comment
Nasib Honorer K2 2015

Banyak para pegawai honorer kategori dua (K2) yang mengikuti tes seleki CPNS, diantaranya di Kabupaten Lamongan yang jumlahnya mencapai ribuan. Namun setidaknya ada 838 orang yang mengikuti seleksi tersebut dinyatakan tidak lulus. Akan tetapi 838 orang ini bisa bernafas lega, pasalnya Bupati Lamongan H Fadil sudah siap mengajukan usulan pengangkatan honorer K2 yang tidak lulus tes seleksi pada tahun 2014 tersebut. Begitupun dengan honorer di derah lain yang gagal mengikuti tes kemarin diberi kesempatan untuk mengikut tes lagi.

Hal ini tidak terlepas dari perjuangan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) kabupaten Lamongan untuk memperjuangkan para honorer khususnya honorer K2. Riyanto Agung Subekti Korwil FHK2I menyatakan, "Alhamdulillah, rekan-rekan honorer K2 di Lamongan sudah dapat kepastian dari Pak Bupati.

Dalam rakorwil FHK2I Jatim yang dirangkai dengan Rakorda FHK2I Kabupaten Lamongan, Pak Bupati sudah menyatakan kesediannya mengusulkan K2 di daerahnya untuk diusulkan diangkat CPNS," Selain merekomendasikan pengangkatan honorer K2 tanpa tes, bupati juga memberikan bantuan sebesar 10 juta rupiah kepada FHK2I. Sikap Bupati Lamongan yang sangat memperhatikan nasib honorer ini nampaknya patut dicontoh oleh kepala daerah lainnya, ini membuktikan bahwa Honorer K2 tidak bisa dianggap sepele, karena pengabdian yang cukup lama dan kontribusi mereka terhadap negara pun bisa di acungi jempol dan layak untuk di angkat sebagai pegawai negeri sipil.

Berbanding terbalik dengan nasib honorer di Palembang, sebanyak 8000 lebih honorer ini nasibnya masih menggantung. 8000 honorer yang sebagian besar tenaga guru ini menyerbu kantor DPRD untuk meminta kejelasan nasib mereka, mereka menilai kebijakan Menpan tidak berpihak kepada mereka.

Mereka meminta agar para honorer ini bisa diangkat tanpa harus diseleksi dan meminta honor yang mereka terima tiga bulan sekali sebesar 200 ribu sampai 400 ribu itu agar diperbesar sama dengan UMR daerah karena upah sebesar itu tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Seperti kita ketahui bahwa honorer juga wajib mengikuti tes CPNS jika ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopran Marjani sangat menyesalkan kebijakan untuk tidak melantik tenaga honorer K2 yang telah mengikuti ujian, dia menyatakan "Mengangkat mereka harus ada dana, oleh karena itu dalam dana perubahan komisi II DPR RI sudah menganggarkan dana untuk menuntaskan yang honor K2 seluruh Indonesia ini." Ujarnya.
Menurutnya semua pemegang keputusan harus duduk bersama agar tuntutan honorer ini bisa terealisasi.

Sementara itu di Kupang 451 tenaga honorer dan CPNS telah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kupang. Walikota Kupang Jonas Salean, SH, M.Si, pada acara Penyerahan SK CPNS Formasi Pelamar umum dan Tenaga Honor K2 lingkup Pemkot Kupang di Aula Sasando Kantor Walikota Kupang meghimbau agar para CPNS ini bisa bekerja dengan disiplin dan jujur karena masih banyaknya pegawai negeri yang tidak disiplin.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB) akan memberikan kesempatan kedua bagi para honorer K2 yang tidak lulus mengikuti tes. Seleksi yang diperuntukkan para honorer K2 ini sebanyak 200.000 namun hanya 120.000 yang lulus sehingga 80.000 formasi masih kosong. Langkah ini ditempuh untuk mengisi formasi yang masih kosong tersebut agar terisi oleh honorer K2.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: