Negara Kaya, Pejabat Memble!


By | 21.05 Leave a Comment
NKRI
asncpns.com - Dalam beberapa bidang, Indonesia memang tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain, misalnya saja dengan negara tetangga kita Singapura. Sama halnya dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), dalam hal ini pejabat publik yang mempunyai kapasitas dan kompetensi yang minim yang mengakibatkan bangsa Indonesia gagal bersaing di tingkat internasional dalam segala bidang.

Untuk itu diperlukannya perubahan dan penyesuaian supaya mampu mengikuti arus perubahan globalisasi‎. Purwastuti selaku Kepala Pusat Diklat Kepemimpinan Aparatur Nasional,menyatakan bahwa saat ini Indonesia menjadi sasaran empuk produk-produk luar negeri, padahal Indonesia merupakan negara yang dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. “Dari segi sumber daya alam, Indonesia sangat luar biasa. Sayangnya tidak bisa mengikuti persaingan karena minimnya kemampuan dan kapasitas pejabat publik kita,” ungkapnya.

Indonesia dengan 17 ribu pulau dan potensi kekayaan lautnya, malah menjadi importir produk ikan luar negeri. Jika kita melihatkan pada potensi kekayaan laut yang dimiliki negara kita, maka sudah seharusnya Indonesia mampu menjadi eksportir bahan baku dan produk olahan hasil laut.
“Potensi kekayaan alam yang luar biasa ini justru menjadikan kita menjadi target penguasaan oleh asing. Ini tentu ada yang salah dengan SDM kita,” jelasnya.

Menurut Purwati, pejabat daerah dan pusat adalah ujung tombak untuk melakukan perubahan di unit organisasinya. Oleh karena itu Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengubah kurikulum diklat bagi aparatur sipil negara yang disesuaikan untuk mengikuti arus globalisas dalam upaya untuk membawa perubahan pada sektor publik sudah dilakukand

“Diklat pola baru yang digagas LAN disesuaikan dengan standar kompetensi ASN sesuai dengan UU ASN. Diklat pola baru ini bertujuan tidak hanya mengubah aspek kognitif para pemimpin perubahan saja, namun juga sikap, watak, dan perilaku para pemimpin sektor publik,” pungkasnya.‎

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: