Sekda Kerahkan PNS?


By | 21.41 Leave a Comment
PNS Politik
asncpns.com - Makin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2015, makin banyak pula laporan pelanggaran kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terutama pelanggaran yang berhubungan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seperti kita ketahui PNS dilarang untuk ikut terlibat dalam kampanye maupun politik praktis, dan harus bersikap netral. Jika tidak, sanksi berat menunggu.

Aan Rai Iswara selaku Sekretaris Daerah Kota Denpasar, dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat karena diduga menggiring PNS untuk mendukung salah satu bakal calon kepala daerah dalam Pilkada 9 Desember 2015 nanti. Laporan ini disampaikan oleh I Made Arjaya salah satu Kandidat Wakil Walikota dari Koalisi Bali Mandara (Golkar, Demokrat, Gerindra, PKPI, PAN, dan PKS).

Arjaya yang tidak terima dengan terlibatnya Sekda Kota Denpasar dalam pengerahan PNS-nya itu, mengungkapkan bahwa pengerahan PNS itu dilakukan oleh Aan saat pelepasan Wali Kota Ida Bagus R D Mantra dan Wakil Wali Kota I Gusti Ngurah Jayanegara yang akan maju dalam Pilkada pada 9 Desember 2015 nanti.

Saat itu Aan sedikit berpantun dalam apel bulanan di depan ratusan PNS yang dilaksanakan di lapangan Lumintang, Denpasar.  “Bila ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi. Bila Tuhan berkenan, bolehlah bapak memimpin kami,” Kata Rai Iswara. Pantun yang diucapkan oleh Aan ini dianggap sebagai provokasi agar PNS mendukung pasangan tertentu.

Arjaya mengaku telah mendatangi Panwaslu setempat, dalam laporannya melampirkan kliping dan rekaman acara saat pantun itu dibacakan dalam acara tersebut. Arjaya menyebutkan ini sebagai peringatan untuk pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk mundur dari jabatannya jika ingin terjun dalam politik praktis.

Namun Aan mengaku tidak ada maksud apa-apa dalam pantunnya tersebut, dirinya mengaku pantun tersebut bukan bentuk dukungan dirinya untuk pencalonan kembali Rai Dharmawijaya Mantra dan Jaya Negara, calon incumbent pada Pilkada Kota Denpasar. Namun pantun tersebut dinilainya hanya mendoakan pimpinannya saja.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: