Honorer Berhati-hatilah!!


By | 21.53 Leave a Comment
asncpns.com - Herman Suryatman selaku Juru bicara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengatakan bahwa para honorer eks K2 yang akan memulai proses CPNS agar mewaspadai aksi para calo. Hal ini mengingat bahwa pemerintah akan melakukan perekrutan honorer K2 tanpa tes.

Honorer tak sepeserpun dimintai uang dalam proses perekrutan nanti, oleh karena itu para honorer diminta untuk waspada jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab meminta "pelicin". "Pak Menteri menegaskan, tidak dikutip satu rupiah pun. Tidak ada biaya satu rupiah pun untuk proses ini," ungkap Herman Suryatman saat dihubungi wartawan Rabu (16/9).

Efektif tidaknya himbauan ini, menurut Herman sangat tergantung kepada para honorer. Dan honorer diminta untuk sering berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah masing-masing. "Silakan koordinasi dengan BKD di masing-masing daerah. Jangan sampai terjebak, terpancing oleh oknum calo yang saat ini mungkin sudah gentayangan," tegas Herman.

KemenPAN-RB dinilai perlu untuk menghimbau masyarakat terutama honorer karena merujuk pada pengalaman sebelumnya. Pasalnya, setiap kebijakan MenPAN-RB selalu ditumpangi calo. "Termasuk keputusan mengangkat sekitar 440 ribu honorer eks K2 ini, juga akan gentayangan para calo. Awas, Jangan biarkan bergerak para calo itu," pungkas Herman.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menyanggupi pengangkatan 440 ribu honorer kategori dua (K2) yang selama ini nasibnya selalu saja menggantung. Pengangkatan 440 ribu honorer K2 ini akan diangkat sebagai CPNS secara bertahap selama empat tahun, hingga 2019.

Namun menurut Yuddy, pengangkatan honorer K2 harus bedasarkan usulan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini gubernur dan bupati/walikota. "Yang menyampaikan itu Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Harus ada pengajuan kebutuhan dan formasi dari PPK," ungkap Menteri Yuddy Crisnandi di Jakarta.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: