Honorer di Banten Tertipu Calo


By | 04.23 Leave a Comment
Honorer di Banten tertipu calo, dari hari ke hari semakin bertambah saja para Honorer yang telah menjadi korban penipuan oleh para calo. Sebanyak enam orang guru tenaga honorer yang bertugas di sejumlah SD Negeri di kawasan Munjul, sumur, Kecamatan Panimbang, Pandeglang Banten, mendatangi Satuan Polres Pandeglang Banten untuk melaporkan kasus penipuan yang telah mereka alami.

Setelah melapor kepada Satreskrim Polres Pandeglang, salah seorang korban yang bernama Ip yang selama ini bertugas di SD Negeri Kertamukti, kecamatan Sumur mengatakan bahwa maksud dengan kedatangannya yang bersama rekan-rekannya yang lain untuk melaporkan kasus dugaan penipuan dalam tes CPNS.

Honorer di Banten Tertipu Calo

Para honorer guru tersebut mengikuti tes CPNS Kategori 2 pada tahun 2013 lalu. Waktu itu mereka di janjikan oleh seseorang yang mengaku sebagai konsultan BKN bahwa dia bisa membantu kami untuk bisa lolos dari tes CPNS.

Korban yang bernama Ip mengungkapkan kejadian yang sebenarnya kepada Polres Pandeglang Banten. Peristiwa ini terjadi pada bulan Februari 2013. Ip mengatakan sebelumnya dia didatangi seseorang yang mengaku barnama Beni, kemudian Beni mengatakan kepada Ip bahwa Beni bisa membantunya agar lolos dari CPNS. Karena nada bicara Beni sangat meyakinkan akhirnya korban Ip dengan begitu mudahnya percaya saja.

Malah korban juga sempat dipertemukan dengan seseorang yang bernama Dewi dan mengaku sebagai konsultan BKN. Karena tergiur untuk bisa lolos CPNS, untuk memuluskan keinginannya akhirnya Ip mengabulkan permintaan pelaku dengan memberikan uang kepada pelaku Dewi sebesar Rp 12 juta yang di nilai sebagai uang DP.

Sebetulnya pelaku mengatakan seharusnya setiap orang membayar sekitar Rp 50 jutaan, tapi berhubung Ip hanya mempunyai uang sekitar Rp 12 juta akhirnya pelaku menerima saja dan mengatakan bahwa uang yang kami kasih sebagai uang DP.

Namun apa yang terjadi? Setelah ada hasil pengumuman tes CPNS tahun 2013 lalu, ternyata nama Ip dan rekan-rekan yang lain tidak masuk dalam daftar yang lolos tes CPNS. Kemudian Ip langsung berusaha mencari dan menemui Beni dan Dewi untuk minta kejelasan kenapa kami sudah memberikan uang DP tapi ternyata nama kami tidak ada satupun yang masuk dalam daftar yang lulus tes.

Pada saat itu juga Beni dan Dewi mengatakan kepada korban Ip jika tidak lolos dari tes CPNS maka uang korban yang diberikan kepada Beni dan Dewi akan di kembalikan utuh. Proses musyawarah dan negosiasipun berjalan alot, sudah hampir setahun Ip dan rekannya menunggu kepastian dari Beni dan Dewi.

Hanya janji dan jani saja yang diucapkan oleh pelaku, sampai terakhir bulan Maret 2014 Ip dan rekannya akhirnya melaporkan ke kepolisian. Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto membenarkan adanya laporan dugaan penipuan CPNS itu. Para calo CPNS akhir-akhir ini semakin merajalela saja memang para calo-calo yang begini yang harus di berantas karena sangat meresahkan dan juga merugikan semuanya.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: