Pemkab Aceh Pindahkan Dua PNS


By | 01.40 Leave a Comment
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memindahkan dua Pegawai Aparatur Sipil Negara yang terbukti memanipulasi absensi. Kebijakan dan sanksi yang diterapkan oleh pemerintah Aceh memang menjadi salah satu bentuk dari ketegasan atas kedisiplinan para pegawai. Kebijakan dan sanksi tidak hanya diterapkan baru kali ini saja, Pemkab Aceh sebelumnya telah memecat dua PNS dan menurunkan pangkat tiga PNS yang dilakukan secara langsung oleh bupati Aceh Selatan. Penegakan peraturan oleh setiap instansi mampu memberikan pembelajaran berharga untuk pegawai lainnya dan untuk tidak mengulang kedua kalinya. Pegawai yang telah dipecat, diturun pangkatkan dan dipindahkan adalah pegawai yang bertugas di Sekdakab.

Pemkab Aceh Pindahkan Dua PNS

Alasan pemindahan pegawai tersebut memang benar dan ada buktinya, Asisten Administrasi Umum, Drs. H. Rasyiddin menjelaskan kronologis kejadian manipulasi yang langsung diketahui oleh Bupati tersebut bahwa PNS yang bertugas di bagian umum menandatangani absen yang saat itu tidak hadir untuk apel pada hari Senin (23/6). Selaku Pembina, bupati kemudian meminta kepada petugas untuk melakukan cek ulang sesuai dengan kehadiran PNS yang hadir pada saat itu, dan ditemukan tandatangan tanpa ada orang yang hadir. PNS yang memanipulasi absen tersebut adalah Syafrijal.

Saat ini Rasyiddin dan pihaknya sudah dalam proses penyelesaian administrasi untuku pemindahan dua pegawai PNS tersebut yang rencananya akan dipindahkan ke kantor Camat Trumon Timur dan Kluet Timur. Sanksi ini langsung diperintahkan oleh Bupati setempat.


Memang saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan razia kedisiplinan kepada para pegawai PNS yang memiliki tugas untuk mengabdi kepada negara dan melayani masyarakat agar menerapkan kedisiplinan sebagai contoh untuk lingkungan sekitar. Selain manipulasi data, masalah kedisiplinan yang sering muncul adalah telat hadir, bolos atau berkeliaran saat jam kerja. Tidak segan-segan selain menurunkan jabatan, pemerintah akan mengurangi tunjangan yang rutin dibayarkan kepada PNS. Sedangkan untuk menangani masalah PNS yang sering berkeliaran, pemerintah menerapkan razia secara rutin sesuai dengan peraturan daerah masing-masing. Kedisiplinan PNS mampu meningkatkan reformasi birokrasi Indonesia untuk semakin baik.

Banyak pihak yang merasa bangga dengan kebijakan yang diterapkan ini dan menyatakan kebenaran pemindahan pegawai ini, seperti halnya dengan Kabag Organisasi (Ortala), Zulfan Harijadi mengatakan bahwa kedua oknum PNS, Safrijal pegawai bagian umum dipindahkan ke kantor camat Kluet Timur. Sedangkan Khairul yang tidak hadir pada saat apel dan juga sebagai pegawai yang bertugas sama dengan Safrijal dipindahkan ke kantor camat Trumon Timur. Pemindahan ini menjadi contoh dan harus didukung oleh semua lapisan jabatan pemerintah tanpa pandang bulu. Karena ketegasan yang dilakukan akan memberikan pembelajaran yang baik untuk bisa menegakkan kedisiplinan di lingkungan PNS. Dan semua pihak harus berperan aktif atas peraturan ini.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: