TOEFL Kebijakan Masing-Masing Instansi


By | 19.35 Leave a Comment
asncpns.com - Persyaratan TOEFL menjadi kebijakan dari masing-masing instansi. Sampai saat ini masih banyak peserta yang menanyakan perihal persyaratan uji kemampuan berbahasa inggris ini. Padahal syarat tersebut bukan lagi menjadi kebijakan panitia pusat tapi kebijakan masing-masing instansi dan menjadi syarat tambahan sesuai kebutuhan instansi. Jika memang instansi memerlukan maka persyaratan tersebut bisa ditambahkan namun sebaliknya jika dirasa kurang perlu maka tidak menjadi masalah.

TOEFL Kebijakan Masing-Masing Instansi

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), Herman Suryatman “Syarat TOEFL itu kebijakan instansi, karena itu untuk pengaturannya dikembalikan ke instansi,” jelasnya (7/09/2014)

Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai persyaratan TOEFL maka bisa langsung menanyakannya kepada instansi yang dipilih, karena selain tidak semua instansi menambahkan persyaratan juga untuk skor nilai yang ditentukan berbeda atau disebut dengan kebutuhan objektif. Sebagai contoh, nilai TOEFL yang ditargetkan oleh Kementerian PANRB dengan kementerian lain tentu akan berbeda.

Pihak KemenPAN RB menargetkan bahwa untuk skor TOEFL yang wajar untuk persyaratan CPNS adalah 500-550, ini sudah cukup. Yang dibutuhkan untuk perekrutan CPNS adalah kemampuan dari masing-masing peserta untuk menerapkan jabatan yang dipilihnya sehingga nilai TOEFL tidak perlu terlalu tinggi. Memang panitia seleksi nasional pun tidak pernah memberikan pengarahan untuk penentuan skor kemampuam berbahasa inggris. Beberapa K/L yang mengharuskan TOEFL dengan nilai tinggi adalah Kemendag yaitu dengan skor 550. Ketika masih dipimpin oleh Gita Wirjawan, skor TOEFL yang diharapkan Kemendag adalah 600 dengan alasan karena nantinya pegawai akan serig berurusan dengan dokumen internasional.

Meskipun memiliki skor TOEFL 520 nantinya pegawai bisa dilatih lagi karena skor 550 sudah bisa pergi ke luar negeri. Instansi pusat lain yang mengharuskan pelamar dengan skor TOEFL tinggi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ketenatuan nilai TOEFL di beberapa instansi harus disesuaikan dengan ijazah terakhirnya. Misal S1 harus memiliki nilai TOEFL 550, lulusan D3 nilai TOEFL harus 450 dan D1 skor nya harus 400. Karena masalah ini tidak sedikiti pelamar yang mencoba curang yaitu dengan membeli nilai TOEFL agar skor akhirnya ditinggikan. Namun tidak semua lembaga TOEFL mengikuti keinginan dari pelamar karena mempertahankan kredibilitasnya. Selain itu lembaga yang mengadakan tes TOEFL menganjurkan peserta belajar terlebih dahulu sebelum melakukan tes karena hasil akhir adalah sama dengan hasil yang didapatkan dari tes.

Terlepas dari syarat pendaftaran CPNS 2014, beberapa instansi telah mulai melaksanakan Tes Kompetensi Dasar dan nantinya pelamar yang lulus akan mengikuti Tes Kompetensi Bidang bagi instansi yang mengadakannya. Hasil TKB sangat berpengaruh untuk hasil kelulusan CPNS yaitu sampai 40%, sebagai pembelajaran direkomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2014.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: