Anggaran Belanja Pegawai Tinggi, Instansi Takkan Dapat Formasi CPNS


By | 23.01 Leave a Comment
Anggaran Pegawai Bengkak takkan dapat formasi CPNS
asncpns.com - Yuddy Crisnandi selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan jatah formasi CPNS tahun 2015 jika instansi tersebut memilki anggaran belanja di atas 50 persen.

"Kebijakan moratorium rekrutmen CPNS lebih diarahkan agar rekrutmen CPNS hanya untuk pegawai yang benar-benar dibutuhkan organisasi," tegasnya.

Anggaran belanja untuk para pegawai di atas 50 persen hanya akan menambah bengkak beban anggaran Negara saja. Tetapi jika kebijakan-kebijakan yang telah di atur tersebut diberlakukan tentu saja semua itu akan berjalan normal. Apalagi jika keduanya seimbang. Saat ini setiap daerah harus bijak dan cermat dalam menentukan formasi CPNS tentunya sesuai dengan instansi yang membutuhkan.

Semua Kebijakan yang diberlakukan oleh MenPAN-RB harus menjadi perhatian setiap daerah. Dalam hal ini untuk pengajuan CPNS itu sendiri lebih mengarahkan pada analisa jabatan, beban kerja, dan juga pertimbangan anggaran belanja pegawai. Semua dilakukan agar terciptanya suatu himpunan kerja yang baik nantinya.

Bahkan saat ini pemerintah telah memberlakukan Undang-undang No 5/2014 mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan semakin memperkuat sistem meritokrasi di tubuh birokrasi. Namun hal itu harus dilakukan secara bersama-sama, tanpa adanya kerja sama baik itu pemerintah, akademisi, pemerintah daerah, dan segenap elemen bangsa maka tidak akan tercapai. Akan lebih baik jika semua pihak didalamnya ikut andil. Sehingga akan tercapainya suatu kesatuan yang utuh.

Sistem meritokrasi itu sendiri adalah suatu sistem dalam bentuk penghargaan atau imbalan lebih yang diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi baik di bidangnya sesuai dengan jabatan yang di embannya.

Pasalnya saat ini Formasi CPNS yang disediakan berkisar 100.000 formasi saja bahkan tenaga kerja pada setiap tahunnya berkisar 3 juta per orang. Oleh karena itu Yuddi menghimbau kepada para sarjana untuk tidak terlalau berharap kepada penerimaan CPNS.

Semakin banyak Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) semakin banyak pula anggaran yang dikeluarkan Negara. Oleh karenanya untuk para sarjana yang kini sedang mencari pekerjaan, jangan jadikan CPNS sebagai prioritas utama. Kreatifitas, ketekunan, serta keyakinan seharusnya menjadi modal utama yang harus dimiliki. Jangan pernah merasa takut untuk mencoba hal baru selama tidak merugikan diri sendiri dan Negara. Tidak ada salahnya mencoba terjun ke dunia wiraswasta karena disanalah pintu kesuksesan terbuka lebar bagi kita.

Meskipun hanya dimulai dari modal yang kecil, tetapi dengan kesabaran penuh, tekun, dan yakin maka usaha yang dijalankan akan sukses. Terlebih lagi jika mendapat dukungan moril yang kuat sehingga dapat membantu semua pihak termasuk pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja. Agar tidak ada lagi pengangguran-pengangguran yang terus meningkat setiap tahunnya.

Bisa menciptakan usaha mandiri merupakan hal yang sangat berguna bagi diri sendiri bahkan orang lain. Apalagi jika semua itu memiliki Visi Misi tinggi yang dapat menimbulkan kepercayaan orang terhadap usaha yang kita jalani. Keberhasilan berada ditangan masing-masing. Berprestasi dalam berusaha akan mendapatkan penghargaan yang lebih dari pemerintah.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: