Menjelang Tes CPNS Honorer, Calo CPNS Merajalela


By | 17.53 Leave a Comment
Menjelang Tes CPNS Honorer, Calo CPNS Merajalela
asncpns.com - Menjelang pelaksanaan tes CPNS untuk kategori honorer banyak pihak yang menggunakan kesempatan ini untuk meraup keuntungan terutama calo CPNS yang merajalela. Memang jumlah tenaga honorer saat ini yang belum diangkat menjadi CPNS sangatlah banyak, dan tidak sedikit dari mereka yang menggunakan cara cepat agar bisa diangkat menjadi CPNS salah satunya adalah dengan membayar sejumlah uang kepada calo tersebut. Pelaku yang menjadi calo CPNS tidak hanya dari kalangan PNS saja tetapi juga dari kalangan honorer itu sendiri. Yang paling banyak diperbincangkan oleh honorer adalah adanya kerjasama antara calo dengan pejabat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Rencananya tahun ini pemerintah akan melakukan pengangkatan CPNS dari kalangan honorer yang tidak lulus tes pada pengangkatan sebelumnya. Diperkirakan tes dilaksanakan pada pertengahan tahun atau sekitar bulan Juli dan Agustus. Salah satu pejabat yang dianggap oleh sebagian besar honorer yang bisa mengangkat honorer menjadi CPNS tanpa tes adalah Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara, Tumpak Hutabarat. Honorer mengaku bahwa honorer bisa menjadi CPNS asalkan harus bersedia menyerahkan sejumlah uang untuk disetorkan kepada pihak calo.

“Saya kaget sekali dengan temuan di lapangan. Semua mengerucut pada satu nama yaitu Pak Tumpak. Pak Tumpak disebut-sebut para calo CPNS bisa membantu honorer K2 tidak lulus tes,” terang Riyanto Agung Subekti, Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I). Tidak hanya nama saja yang dikenal oleh para honorer juga dengan foto Kepala Biro Humas BKN yang dimiliki oleh pegawai honorer.

Memang oknum yang mengatasnamakan pejabat BKN yang satu ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya juga telah terjadi penipuan yang mengatasnamakan Tumpak di Provinsi Gorontalo. Sampai pemerintah Gorontalo meminta keterangan Tumpak Hutabarat untuk kejelasan namun hasilnya adalah bohong atau tidak benar, tidak ada pengangkatan honorer begitu saja tanpa melalui tes.

Pada kesempatan yang berbeda, Tumpak meminta kepada setiap honorer untuk tidak percaya terhadap setiap pengakuan-pengakuan yang mengatasnamakan pejabat pusat agar bisa diluluskan menjadi CPNS. Semua masyarakat memang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi CPNS, namun harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Selain itu, untuk menjadi CPNS harus mengikuti mekanisme dan tes yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Tes untuk honorer tahun 2015 ini adalah tes yang kedua kalinya untuk honorer yang tidak lulus tes. Jumlah formasi yang masih kosong dari kalangan honorer cukup banyak yaitu sekitar 80 ribu formasi.

Honorer yang tidak lulus tes sebelumnya bisa mengikuti tes kedua kalinya namun tetap harus dengan memenuhi kelengkapan administrasi, honorer bodong tidak bisa mengikuti tes karena data nama-nama honorer yang berhak mengikuti tes telah tercantum dalam SPTJM. Sebagai bahan pembelajaran sebelum melaksanan tes, direkomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2015.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: