Sistem Rekrutmen Guru PNS Baru!


By | 21.06 Leave a Comment
asncpns.com - Pemerintah akan mengubah sistem rekrutmen untuk guru PNS dengan mewajibkan untuk mengikuti program sarjana mengajar di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (SM3T) serta pendidikan asrama dahulu. Dengan diberlakukannya sistem ini maka untuk menjadi guru PNS akan hampir sama  dengan menjadi dokter karena sama-sama harus mengabdi di daerah terpencil dahulu. Seperti diketahui untuk menjadi dokter PNS, calon dokter harus mengikuti program pegawai tidak tetap (PTT) di daerah terpencil.

Supriadi Rustad selaku Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirdiktendik) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menjelaskan bahwa pada prinsipnya sarjana guru yang ingin melamar menjadi PNS wajib lulus program pendidikan profesi guru (PPG) sebagai praktek mengajar di daerah pedalaman (SM3T) dan pendidikan di asrama. Program SM3T ditambah dengan pendidikan asrama ini dijalankan calon guru selama dua tahun dan sistem baru ini akan diberlakukan mulai tahun depan

Proses seleksi yang selama ini berlaku bukanlah seleksi tes guru melainkan seleksi CPNS. Bahkan ada yang melamar menjadi guru karena tidak diterima melamar kerja di mana-mana. Sehingga banyak guru PNS yang bekerja tidak memiliki kualifikasi sebagai seorang guru professional sehingga berdampak kepada proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Menurut supriadi calon guru PNS harus orang-orang hebat. "Dengan digembleng dulu dalam program SM3T dan kemudian pendidikan diasramakan," tandasnya. Dengan demikian guru tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik atau keilmuan guru semata. Tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian dan kepedulian sosial. "Ketika sudah masa pendidikan asrama, juga bukan berarti enak-enakan saja," ujarnya.

Sistem baru rekrutmen guru ini bisa membantu pemerintah dalam memetakan kebutuhan guru baru secara nasional. Yang mengikuti program ini adalah sarjana pendidikan dan sarjana non pendidikan, seperti lulusan politeknik. Khusus untuk sarjana program diploma IV dari politeknik, diproyeksikan menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan bidangnya.

Sistem baru rekrutmen guru ini mendapat sambutan positif dari Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir yang menyatakan bahwa program SM3T benar-benar menggembleng calon guru. "Mereka tidak hanya menunggu siswa datang ke sekolah. Tetapi sampai menjemput siswa di rumah-rumah supaya mau ke sekolah," ujar Nasir.

Sedangkan Mendikbud Anies Baswedan sepakat jika rekrutmen guru diperketat dan perlu adanya reformasi rekrutmen guru, karena rekrutmen guru selama ini begitu longgar yang menyebabkan siapapun bisa menjadi guru tanpa ada seleksi kompetensinya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: