Tunjangan Fungsional Guru Honorer Naik


By | 23.45 Leave a Comment
Guru Honorer
asncpns.com - Pemerintah saat ini tengah memperhatikan nasib guru honorer. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pemerintah akan menaikkan tunjangan untuk guru honorer supaya kualitas hidupnya lebih baik. Kita ketahui bahwa guru honorer ini nasibnya mengkhawatirkan karena mendapatkan penghasilan sangat kecil dan tidak cukup untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari.

Sumarna Surapranata selaku Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud mengatakan bahwa, dirinya diminta khusus oleh Mendikbud Anies Baswedan untuk menaikkan tunjangan fungsional bagi guru honorer. Untuk saat ini skema tunjangan yang berlaku adalah Rp300.000 perbulan per satu guru.

“Kuota tunjangan itu sangat kecil. Ini yang akan kita coba tingkatkan agar guru honorer semakin bermartabat,” ujar Sumarna di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2015). Saat ini ada sekitar 59.916 guru non-PNS yang tersebar diseluruh Indonesia.

Mengacu kepada buku Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Fungsional bagi Guru Non-PNS, kriteria guru yang bisa menerima tunjangan fungsional adalah:
  1. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), 
  2. Mengajar 24 jam / minggu dan 
  3. Diangkat sebelum UU No 12/2004 tentang Guru dan Dosen diberlakukan. 
Sumarna juga mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui nominal tambahan dan sumber dananya dan saat ini pihaknya sedang mendalaminya, semoga dalam kurun waktu satu atau dua bulan akan dapat dipastikan formulanya. Dia juga mengatakan, jika nominal tunjangan yang diberikan tidak akan menyamai tunjangan guru PNS maka paling tidak guru honorer harus hidup layak.

Tunjangan fungsional ini tidak akan didapatkan selamanya, karena jika dia sudah mengikuti sertifikasi dan mendapat tunjangan profesi maka tunjangan fungsionalnya akan ditarik. Dan Pemerintah pun tidak akan membedakan guru negeri dan swasta, karena mereka akan mendapat tunjangan fungsional yang sama.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: