PNS Jangan Lugu-Lugu Belagu


By | 21.54 Leave a Comment
Ahok DKI
asncpns.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah resmi mengukuhkan 788 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun lalu. 788 CPNS berhasil bersaing dari 1.100 orang yang ikut test. "Saya turut bergembira karena saudara bisa masuk Calon Pegawai Negeri Sipil. Pendaftarnya 1.100 orang, yang diterima hanya 700-an, sisanya tak mencapai nilainya," ‎ungkapnya.

Dalam sambutanya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap, para CPNS ini bertekad menjadi PNS yang baik dan mengabdi kepada warga Jakarta dan tidak tergoda untuk menerima suap, berpihak ke kelompok ras dan golongan, serta taat aturan. "Hal itu penting diketahui bagi para CPNS. Kalau saya lihat, CPNS-CPNS ini sih mukanya lugu-lugu, tetapi jangan lugu-lugu belagu ya," tambahnya.

Ahok meminta PNS untuk tidak nyaman pada bidang yang ditekuni, karena dirinya mengaku akan melakukan reformasi birokrasi. Selain itu Ahok juga telah menerapkan sistem ular tangga. Dengan demikian, pejabat eselon tidak hanya dirotasi ke eselon yang sama, tetapi juga dapat diturunkan eselon, bahkan dijadikan staf.

Sistem ini diterapkan dengan harapan PNS DKI bisa memberikan pelayanan terbaik kepada warga Ibu Kota. "Saya harap ini menjadi model di Indonesia. Saya harap Saudara bisa menjadi calo baik hati di PTSP (pelayanan terpadu satu pintu), jangan biarkan warga pergi ke calo lain. Semua masalah harus bisa diurus PTSP," tambah Ahok.

Ahok juga memberikan wejangan untuk para CPNS baru ini agar tidak tergoda dengan hal-hal yang negatif seperti menerima suap, gratifikasi, maupun menyalahgunakan anggaran. Hal ini dikarenakan bahwa ketika seseorang diangkat menjadi PNS DKI, akan banyak godaan yang dihadapi.

"Kalau kamu mau kaya, jangan jadi PNS DKI. Jangan beli jam tangan Rp 1,8 miliar. Ada nih dulu, PNS yang awal masuknya kayak kalian jadi CPNS juga. Eh begitu ada kesempatan, dia ngembat juga," pungkas Basuki seraya menyindir kelakuan oknum PNS tersebut.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: