Nasib Guru Honorer!


By | 02.24 Leave a Comment
asncpns.com - Tak kunjung diangkat, para guru honorer di Kota Tasikmalaya melakukan aksi turun kejalan pada hari senin (31/8/2015). Mereka melakukan long march sambil membawa atribut poster dan secara bergantian melakukan orasi dengan pengeras suara. Dalam orasi tersebut para guru menuntut kejelasan status.

Selain itu, aksi para guru yang diawali dengan berkumpul di kawasan Tugu Adipura Jalan HZ Mustofa ini untuk meminta pemerintah untuk peduli terkait keberadaan guru honorer yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam meningkatkan sumber daya masyarakat Kota Tasikmalaya.
<!-- adsense ->
Aksi mereka dilanjutkan ke DPRD KOta Tasikmalaya untuk meminta para wakil rakyat untuk memperjuangakan mereka agar mereka mendapatkan kejelasan status dan memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Rencananya aksi tersebut akan dilanjutkan ke Balai Kota Untuk mendesak Pemerintah Kota agar memperhatikan nasib guru honorer.

Sementara itu berbeda di Lampung, para guru honorer merasa kecewa karena pengadaan seragam untuk mereka tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.Heru Cipto Nuroso selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Guru Honor Murni Lampung Selatan, menyampaikan bahwa, "Tentunya kami kecewa berat karena pengadaan seragam itu dicoret dari pengusulan anggaran di DPRD Lampung Selatan," ujarnya, Senin (31/8/2015). Padahal, seragam tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah setempat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menurut Heru, pihaknya akan datang mengunjungi DPRD untuk meminta klarifikasi masalah tersebut. Namun menurut Setiawan selaku Ketua DPC PGHM Kecamatan Sidomulyo, diduga pembatalan tersebut dikarenakan ada hubungannya dengan pilkada. Sehingga para guru honorer yang menjadi korban.

Ia menduga para anggota dewan yang menolak pengadaan itu, berasal dari partai koalisi yang mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2015. "Seharusnya kami jangan menjadi korban politik yang saat ini sedang berlangsung," ucapnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: