Bidan PTT Bukan Anak Tiri!


By | 18.58 Leave a Comment
Bidan PTT
asncpns.com - Para bidan desa PTT mengaku merasa di anak tirikan oleh Nila Moeloek selaku Menteri Kesehatan. Bukan hanya bidan desa PTT saja, tapi puluhan ribu tenaga kerja kesehatan juga mengaku merasa mendapat perlakuan tidak adil.

Ketua Umum Forum Bidan Desa PTT Indonesia Lilik Dian Eka mengaku sedih ketika menanyakan nasib bidan desa PTT untuk diangkat CPNS. Menteri Kesehatan menjawab bahwa “anak-anaknya” dokter PTT juga‎ berhak diangkat jadi CPNS tapi diam. Lilik mengatakan bahwa para bidan PTT merasa seperti dimusuhi Ibu Menkes. "Kami ini seperti dimusuhi Ibu Menkes. Apa-apa selalu yang diutamakan dokter, lah kami ini dianggap apa?," ungkapnya, Senin (18/1).

"Kalau dokter PTT disebut ibu Menkes anak-anaknya, kami ini bukannya anak Ibu Menkes juga yang berhak mendapat perhatian sama. Kami ini anak-anak Ibu Menkes yang bertarung di lapangan, di lokasi terpencil yang tidak ada dokter maupun perawat PNS," seru Lilik.

Sedangkan menurut Eka Pangulimara Hutajulu selaku pembina Forum Bidan Desa PTT Indonesia yang juga menjabat sebagai pengurus Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), pihaknya menilai ada perbedaan menyolok atas tindakan Menteri kesehatan terhadap tenaga kesehatan.

"Menkes terlalu menganaktirikan bidan desa PTT. Padahal yang berjuang mati-matian untuk perubahan status PTT menjadi PNS adalah para bidan desa ini. Kalau mereka tidak demo pada 28 September 2015, tidak ada keputusan politik untuk mengangkat tenaga kesehatan menjadi PNS," ungkapnya.

Eka juga menghimbau sepatutnya Menteri Kesehatan untuk bersikap objektif dan tidak memihak ke salah satu pihak dan berharap Menteri Kesehatan memiperjuangkan nasib para bidan PTT dan bukan malah disingkirkan. "‎Kami berharap Menkes tidak melupakan perjuangan para bidan desa PTT ini. Jangan hanya mengutamakan dokter PTT saja," tandasnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: