PNS Malas, Ahok Tawarkan Solusinya


By | 04.08 Leave a Comment
Solusi PNS Malas

asncpns.com- Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) sudah seharusnya bisa menjadi panutan yang baik bagi masyarakatnya, dan bukan malah sebaliknya. Hal ini didukung Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Basuki Tjahja Purnama yang sering disapa Ahok yang akan mengancam para pegawai negeri sipil (PNS) yang malas dan tidak punya semangat kerja dengan pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD). Meski begitu, Ahok menawarkan solusi kepada para PNS itu.

Ahok menyebutkan bahwa, solusi yang akan ditawarkan kepada PNS yang saat ini malas dan tidak punya semangat kerja dengan mengusulkan pindah kerja ke kantor kelurahan yang dekat dari tempat tinggal para PNS tersebut

Ahok menambahkan, para PNS itu dapat bertugas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pemantau juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) ataupun pengawas ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). "Kalau sudah malas tolong pilih kerjaan yang enak. Yang kadang ada orang, kadang enggak ada orang, bisa pilih PTSP. Duduk aja kan. Kalau pas hari itu enggak ada yang datang tinggal main blackberry. Nanti tetap dibayar Rp 10 Juta, Anda juga masih bisa dapat TKD," kata Ahok saat melantik 115 pejabat eselon III dan IV di Balai Kota, seperti dikutip dari Kompasnews, hari Jumat (05/02/2016).

Dirinya menuturkan, sebelumnya pernah memberikan ultimatum terhadap PNS yang malas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Lanjutnya, akan langsung mendapat potongan TKD sebesar 50 persen jika ada PNS yang tidak masuk kerja satu hari tanpa keterangan jelas dan logis.

Menurutnya, penilaian sanksi keras perlu diberikan karena saat ini PNS DKI mendapat gaji yang cukup tinggi. Pasalnya, sanksi tersebut berupa pemotongan TKD hingga 50 persen. Bahkan, dirinya sempat menyebutkan bahwa institusi pemerintah dengan besaran gaji PNS tertinggi di Indonesia adalah di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Dengan begitu, dikatakannya, dirinya meminta kepada para pejabat agar selalu mengawasi para stafnya. Sebab, dirinya menilai pelayanan yang diberikan harus bagus karena gaji PNS yang tinggi. "Saya tidak mau lagi ada staf yang tidak bekerja. Pokoknya belum waktunya udah pulang. Malasnya minta ampun. Padahal kita gaji mereka Rp 10 Juta," ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: