Sistem Transparan, Anak Tukang Becak Jadi Praja


By | 00.52 Leave a Comment
IPDN
asncpns.com - Dalam sela-sela acara pelantikan para calon praja sebagai muda praja IPDN angkatan 26 yang diselengarakan pada hari Sabtu (10/9/2016) di Kampus IPDN Jatinagor, Dwi Wahyu Atmaji selaku Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan bahwa dengan pola perekrutan praja IPDN saat ini dengan sistem online sangat transparan.

Dengan sistem transparan dan adil yang digunakan saat ini, menurutnya akan bisa menghasilkan praja muda yang mempunyai kualifikasi. "Sistem recruitment yang dilakukan IPDN dengan online cukup baik, dengan demikian praja yang dihasilkan bisa dari kalangan apa saja asal sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan IPDN,"paparnya.

Untuk tahun ini ada yang menarik dalam penerimaan calon praja tersebut. Salah satu hal yang menarik dan bukti berhasilnya sistem online yang diterapkan saat ini adalah latar belakang para calon praja yang dilantik menjadi praja muda yang sangat beragam.

Contohn ya adalah Badri Thota yang merupakan salah satu praja yang berasal dari Sumatera Utara yang berasal dari keluarga sederhana dengan mempunyai ayah yang berprofesi sebagai tukang becak. Namun dengan semangat dan tekad kuat, dirinya mampu lulus mengikuti seleksi calon praja muda.

Dalam kunjungannya tersebut pula, Dwi didampingi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Keprajaan Arif, dan Wakil Rektor IPDN dan melakukan peninjauan-peninjauan ke wisma praja dan beberapa tempat di kampus IPDN. Dwi berharap agar para praja dapat belajar dengan baik dan memberikan dedikasi untuk menjadi abdi Negara yang berintegritas, kompeten, dan professional.

Sebelumnya, pemerintah melakukan seleksi praja ikatan dinas di beberapa sekolah ikatan dinas, salah satunya adalah IPDN. IPDN masih menjadi primadona bagi para peminat yang jumlahnya sangat banyak. Seleksi masuk IPDN menggunakan Tes Kompetensi Dasar ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) di seluruh kantor Regional maupun di pusat.

Jumlah pendaftar yang mengikuti seleksi berjumlah 32.391, dalam kurun waktu pendaftaran dari 29 Maret hingga 25 April 2016 yang berasal dari 34 provinsi. Namun jumlah peserta yang dipanggil untuk mengikuti TKD hanya sebanyak 22.719 orang dari seluruh Indonesia.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: