Pemerintah Belum Mengumumkan Penerimaan CPNS


By | 21.53 Leave a Comment
Isu isu liar di media sosial ataupun di website yang menyatakan bahwa saat ini pemerintah sudah mulai buka penerimaan CPNS dibantah oleh Menpan RB, Asman Abnur. Beliau menjelaskan kepada wartawan bahwa saat ini pemerintah belum membuka pengumuman kran penerimaan CPNS untuk tahun 2017.

"Tidak ada dan belum ada yang namanya pemerintah membuka formasi untuk pegawai negeri, karena itu secara nasional akan kita umumkan" Jelas Asman ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta (19/1)

Asman juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati hati terhadap isu isu penerimaan CPNS apalagi dengan dalih bisa meluluskan dengan syarat sejumlah uang, hal ini terkait penipuan CPNS honorer di lingkungan Pemprov Jabar yang dilakukan oleh seorang oknum PNS Satpol PP bernama Lalan Suherlan, yang bertugas di Kantor Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat

Modus penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil terbongkar gara-gara terduga pelakunya nekat mengumpulkan ratusan korbannya di Gedung Sate Bandung. Korban menyetor puluhan juta rupiah dengan imbalan Surat Keputusan Pengangkatan PNS palsu. “Kebetulan ditemukan oleh Kamdal (Keamanan Dalam) ada yang kumpul pakai seragam, katanya ada agenda pengarahan dari Pak Gubernur, mengaku pegawai baru,” kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Barat, Sapta Yulianto Dasuki, di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 12 Januari 2017.

Sedikitnya ada 200 orang yang diminta datang hari Kamis, 12 Januari 2017, bagian dari gelombang pertama untuk menghadiri Acara Pengarahan Gubernur di Gedung Sate. Rencananya seluruhnya ada 645 orang yang diminta datang bergelombang. Mereka mengantongi SK Pengangkatan PNS palsu dengan beragam posisi dari guru, hingga anggota Satpol PP, berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Sapta mengatakan, ada dua orang yang diduga otak penipuan itu, salah satunya yang diamankan, sementara satu lagi kabur. Terduga pelaku penipuan yang kini digelandang ke Polrestabes Bandung yakni Lalan Suherlan, warga Babakan Cianjur, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. “Sudah dikonfirmasi ke Kabupaten Bandung Barat, betul PNS, sekarang sedang didalami keterlibatan apa yang dilakukan,” kata dia.



Terkait penerimaan CPNS yang dilakukan pemerintah, Asman menegaskan bahwa penerimaan tidak ada namanya syarat uang yang harus disetorkan - melainkan calon pelamar haruslah memiliki kompetensi dan bisa lulus ujian penerimaan CPNS.

"Masuk PNS tidak ada yang namanya pungutan, tidak ada yang namanya syarat uang - yang penting syaratnya punya kompetensi atau tidak, lulus ujian atau tidak - itu syaratnya, tidak ada administrasi yang lain" pungkasnya.

Sejak tahun 2013 Tes CPNS menggunakan metode CAT, dimana soal ujian yang diberikan terdiri dari 100 soal dengan lama total pengerjaan selama 90 menit. Tidak ada KKN dalam sistem ujian ini. Hasil bisa diketahui pada saat selesai pengerjaan tes. Kelulusan seseorang bisa diketahui pada saat pelaksanaan tes selesai dilakukan.

Kelulusan sistem tes CAT ini menggunakan penilaian berdasarkan passing grade. Dimana payung hukum dari passing grade itu sendiri adalah berdasarkan Permenpan RB No 29 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa Passing grade tes Intelegensi umum adalah sebesar 50% dari nilai maksimal TIU, Tes Karakteristik Pribadi adalah 72% dari nilai maksimal TKP dan Tes Wawasan Kebangsaan sebesar 40 % dari Nilai maksimal TWK.

Jadi Lulus CPNS itu adalah bukan dengan uang puluhan juta ataupun uang ratusan juta rupiah, melainkan dengan belajar dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar bisa menghadapi dan mengerjakan semua soal yang diberikan. Sebagai bahan pembelajaran terbaik ujian CPNS, silakan pelajari Paket LKIT 2017 - dimana bahan pembelajaran ini telah meluluskan banyak PNS secara murni dan mendapatkan apresiasi dari Kemenpan RB sebagai bahan pembelajaran yang berbobot dan berkualitas. Periode pembelian Paket LKIT sendiri adalah mulai tanggal 24 Januri 2017 s/d tangal 30 April 2017. Pembelian diluar tanggal penjualan yang ditentukan, tidak akan pernah dilayani.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: