Pertanyakan Barang Mahal PNS


By | 01.25 Leave a Comment
Pertanyaan akan muncul dari masyarakat mengenai masalah barang mahal yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil. Dengan gaji yang memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan gaji para pegawai di perusahaan swasta. Gaji untuk pegawai di ibu kota pun tidak akan mencapai ratusan juta bahkan bisa membeli sebuah barang dengan harga miliaran. Hal ini tentunya sudah diketahui oleh Pelaksana Teknis (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang selalu memantau gaya hidup pegawai negeri sipil di lingkungan ibu kota.

Pertanyakan Barang Mahal PNS

Plt Gubernur DKI Jakarta ini dalam sambutannya pada acara pengukuhan 1.156 CPNS yang telah lulus seleksi pada tahun 2013 menjelaskan bahwa dirinya bingung dengan capaian barang mewah yang mereka miliki. Basuki juga meminta para pegawai CPNS baru untuk tidak terpengaruh dengan tingkah para seniornya itu, karena dirinya telah memiliki data yang jelas dan terperinci pemilik dari barang-barang mewah tersebut.

Selain memberikan pengarahan terhadap pegawai CPNS baru, Basuki memberikan nasihat bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang akan diberikan tentu harus dilaksanakan dengan baik tanpa memerhatikan “permainan” uang. Karena dengan niat yang baik untuk mengabdi kepada negara serta melayani masyarakat tanpa mengambil uang rakyat akan memberikan hasil yang baik pula. Dengan diterangkannya seperti ini, Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa Ahok akan memberikan gaji take home pay sampai dengan Rp 12,5 juta. Tentunya dengan pertimbangan yang matang pula dan membuat para pegawai CPNS merasa senang.


Rencana pemberian gaji itu juga akan disesuaikan dengan APBD yang dimiliki dan pada tahun 2015 akan mengusulkan anggaran sebanyak 10 triliun. Selain itu, Ahok akan memberikan kenaikan tunjangan kinerja daerah (TKD) untuk pegawai yang memiliki kinerja baik. (Dikutip dari Kompas) Sekalipun Ahok tidak akan segan untuk memecat para pegawai CPNS yang tidak disiplin dan berkinerja buruk. Karena dengan seperti ini akan mudah didapatkan pegawai yang memiliki kesungguhan dalam mengabdi kepada negara.

Jumlah tenaga CPNS yang dikukuhkan oleh Plt Gubernur DKI Jakarta belum tentu akan diangkat menjadi PNS semua karena menurutnya kebanyakan dari CPNS hanya semangat ketika menjadi honorer, sedangkan setelah diangkat menjadi PNS malah sebaliknya. Sebagian pegawai tersebut ditempatkan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan, serta barisan depan di kantor kelurahan, kecamatan dan wali kota. Kebanyakan dari pegawai tersebut akan bekerja melayani masyarakat Jakarta dalam pembuatan perizinan serta sistem administrasi. Selain itu, CPNS baru akan bekerja sebagai “mata-mata” Basuki untuk bisa mengawasi kinerja pemerintah daerah yang berada di lingkungan kota ataupun kecamatan seperti kinerja lurah, camat, wali kota serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga semuanya akan berkesinambungan antara gaji yang didapat dengan kinerja yang dilakukan.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: