65 Persen Kuota CPNS Papua, Untuk Putra Daerah


By | 20.44 Leave a Comment
CPNS Papua
asncpns.com - Yuddy Chrisnandi selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan bahwa pemerintah sedang memberikan perhatian khusus kepada daerah timur Indonesia, salah satunya Papua. Menurutnya, pemerintah dalam hal tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan memberikan kebijakan 65 persen formasi bagi putera-puteri asli daerah Papua.

65 persen formasi CPNS ini, akan diberikan untuk putra-putri Papua asli yang akan ditempatkan di daerah asalnya. Sedangkan untuk sisanya sebesar 35 persen formasi CPNS untuk pelamar umum yang berasal dari luar Papua.

Kebijakan ini diterapkan untuk menata kepegawaian khususnya di Papua, karena selama ini yang terjadi dilapangan adalah banyaknya orang-orang pendatang. Dengan kompetisi bebas yang terjadi selama ini, membuat kesempatan para penduduk lokal menjadi lebih sempit. Kesempatan sempit itu menjadi semakin sempit karena penduduk lokal kesulitan dalam melaksanakan soal

Yuddy juga menjelaskan nantinya jika 65 persen tersebut tidak terisi semua, maka formasi CPNS itu akan dibiarkan kosong dan akan diisi oleh seleksi berikutnya. “Dengan sistem kuota, kami menawarkan 65 persen formasi yang hanya akan diisi oleh putra-putri Papua, selebihnya yaitu 35 persen berasal dari daerah lain yang melamar di daerah Papua. Kalaupun kebanyakan yang lulus dari luar orang Papua, itu dibatasi hanya 35 persen saja. Formasi Papua yang tak terisi dibiarkan tetap kosong dan akan diisi pada hasil seleksi berikutnya,” ujar Yuddy, Jumat (8/5/2015).

Dia juga berharap masing-masing daerah di Papua bisa memberikan usulan, harapan, keluhan dan saran agar bisa menyelesaikan permasalahan kepegawaian di Papua serta menyiapkan suatu formulasi khusus untuk putra-putri Papua. Karena menurutnya permasalahan di tiap-tiap daerah Papua berbeda-beda misalnya, Puncak Wijaya dengan Tolikara memiliki persoalan yang berbeda dalam hal kepegawaian, begitupun dengan Kerom, Nabire, Jayapura dan daerah lain di papua. “Formasi memang ditujukan bagi putra-putri Papua, jadi kita mengupayakan kebijakan yang berkeadilan dan berkeseimbangan, dengan menekankan SDM yang lebih berkualitas,” tambah MenPAN-RB.

Yuddy menghimbau putra-putri Papua didorong untuk belajar mengoperasikan sistem Computer Assisted Test (CAT) sebelum seleksi penerimaan CPNS diselenggarakan. Selain itu Yuddy menginstruksikan BKN untuk lebih sering melakukan sosialisasi sistem CAT,  dan memperlengkap infrastruktur dalam pelaksanaan tes CPNS dengan menggunakan sistem CAT. Bagi daerah yang belum terjangkau, masih dapat dimaklumi dengan penggunaan Lembar Jawab Komputer (LJK).

Bagi anda yang akan mengikuti tes seleksi CPNS, kami rekomendasikan untuk mempelajari materi terbaik Paket LKIT 2015 atau Paket LKIT PPPK/Honorer khusus untuk honorer. 

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: