Honorer Ini Dijanjikan Akan Dinaikkan Tunjangannya, Jika....


By | 04.26 Leave a Comment
Honorer
asncpns.com. - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul, Calon Incumbent rajin mengajak para honorer untuk memilihnya. Para honorer ini dijanjikan akan dinaikkan tunjangannya jika calon ini terpilih lagi.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bantul Supardi menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan  aktifitas kampanye politik oleh Bupati Bantul Sri Surya Widati, yang saat ini tengah menjalani seleksi calon bupati (cabup) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Calon incumbent inipun dilaporkan mengajak para guru honorer agar mendukungnya saat pemilihan. Bupati ini meminta dukungan kepada para guru honorer agar memilih dia saat Pilkada nanti. Para honorer diiming-imingi dengan janji akan menaikan lagi besaran tunjangan penghasilan bagi guru honorer bila ia terpilih lagi sebagai bupati.

“Kalau sebelum-sebelumnya yang menyampaikan dukungan orang lain, tapi yang ini katanya disampaikan sendiri oleh bupati. Mereka dijanjikan akan dinaikan tunjangannya kalau ia terpilih lagi,” tutur Supardi, Senin (25/5/2015). Supardi mengaku mendapatkan laporan tersebut minggu lalu.

Supardi mengungkapkan bahwa secara etika tidak baik karena saat ini belum memasuki masa kampanye dan belum ada pendaftaran resmi. “Secara etika jelas tidak baik karena ini belum masa kampanye, apalagi membonceng agenda pemerintah,” tambah dia.

Namun Sri Surya Widati beberapa kali di konfirmasi selalu membantah dan menjelaskan bahwa dirinya mendompleng agenda pemerintahan. “Ya tidaklah (mendompleng agenda pemerintah), itu memang program Pemda. Dilaksanakan sebelum saya selesai,” dalih Ida.

Begitupun halnya Sudarman sebagai Pengurus Forum Guru Honorer Bantul, menampik tidak tahu menahu ihwal kampanye politik pada pertemuan guru honorer tersebut. “Karena yang hadir saat Bu Ida datang, hanya guru honorer SD dan SMP. Sedangkan saya guru honorer SMA jadi tidak hadir,” ungkapnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: