Putra Daerah Papua Barat Minta Diangkat CPNS


By | 21.10 Leave a Comment
CPNS
asncpns.com - Sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Monokwari tertanggal 5 September 2011 terkait pembayaran ganti rugi tanah yang menyebutkan bahwa lahan masyarakat adat suku besar Doreri, khususnya suku Rumbekwan serta serumpun digunakan sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, sebanyak 32 putra/putri Papua Barat minta diangkat untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Cornelis Gustaf Rumbekwan, tokoh masyarakat adat Papua Barat Kab Manokwari menyampaikan bahwa, "Begitu keluar keputusan pengadilan, kami masyarakat adat langsung mengirimkan data 32 anak untuk diangkat CPNS, baik di Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari, serta Kementerian Kehutanan."

Saat ini, tanah masyarakat tersebut sudah dijadikan masyarakat Balai Latihan Kehutanan (BLK) dan Sekolah Menengah Kehutanan oleh Kementerian Kehutanan. Namun sangat disayangkan semua keputusan pengadilan tersebut belum ada yang dijalankan oleh pemerintah. "Kami minta perhatian pemerintah terutama gubernur, KemenPAN-RB, dan Kemenhut. Dari 32 anak ini, baru satu anak yang diangkat CPNS, lainnya masih menganggur. Karena itu kami mohon pengertiannya,"tutupnya.

Untuk masalah CPNS, khususnya di Papua dalam pelaksanaan tes seleksi CPNS tahun ini akan diberikan perlakuan khusus. Pasalnya 65 persen formasi CPNS tahu ini, akan diberikan untuk putra-putri Papua asli yang akan ditempatkan di daerah asalnya. Sedangkan untuk sisanya sebesar 35 persen formasi CPNS untuk pelamar umum yang berasal dari luar Papua. Kebijakan ini untuk menata kepegawaian daerah Papua.

Seperti kita ketahui, selama ini yang terjadi dilapangan didominasi oleh orang-orang pendatang. Keadaan seperti ini membuat kesempatan para penduduk lokal menjadi lebih sempit ditambah dengan permasalahan penduduk lokal yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan soal.

Menurut Yuddy, jika 65 persen tersebut tidak terisi semua, maka formasi CPNS itu akan dibiarkan kosong dan akan diisi oleh seleksi berikutnya. “Dengan sistem kuota, kami menawarkan 65 persen formasi yang hanya akan diisi oleh putra-putri Papua, selebihnya yaitu 35 persen berasal dari daerah lain yang melamar di daerah Papua. Kalaupun kebanyakan yang lulus dari luar orang Papua, itu dibatasi hanya 35 persen saja. Formasi Papua yang tak terisi dibiarkan tetap kosong dan akan diisi pada hasil seleksi berikutnya,” ujar Yuddy.

Pemerintah tahun ini telah mengusulkan sebanyak 134 ribu formasi CPNS 2015 termasuk 30 ribu formasi untuk honorer. Kami rekomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2015 bagi anda yang akan mengikuti tes CPNS 2015 sebagai mater pembelajaran terbaik. 

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: