Honorer Optimis Akan Diperjuangkan Jokowi


By | 02.08 Leave a Comment
0
asncpns.com -Presiden Joko Widodo masih menjadi secercah harapan bagi para honorer kategori dua (K2) karena para honorer ini menggantungkan harapannya untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Karena dengan diangkatnya para honorer ini menjadi CPNS ini, nasib dan kesejahteraan hidup mereka bisa lebih terjamin.

Namun menurut para honorer, keterbatasan anggaran tidak bisa meniadakan kesepakatan yang dibuat pemerintah dengan Komisi II DPR RI. Dan ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah. "Jadi presiden tinggal menyetujui kesepakatan yang telah dihasilkan anatara MenPAN-RB, Komisi 2 DPR, PGRI dan forum pada 15 September," kata Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, Senin (26/10).

Titi sangat yakin dan percaya kepada Presiden Jokowi yang selama ini selalu pro rakyat akan bisa mengangkat seluruh K2. "Kami yakin Presiden Jokowi bisa bersikap bijaksana,"ujarnya. Namu

n Titi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Presiden Jokowi yang menilai bahwa menilai gaji honorer K2 yang diangkat PNS sebanya Rp 28 triliun, bisa dipakai untuk membangun 48 waduk.

"Kok pengabdian seorang honorer tidak lebih penting dibandingkan waduk. ‎Sekarang waduk itu dibangun oleh tenaga ahli. Nah tenaga ahli bisa jadi dididik dari seorang guru. Bisa jadi dia pintar dari guru honor‎er," ungkapnya. Honorer K2 juga mengingatkan Jokowi akan janjinya menyejahterakan rakyat saat‎ kampanye Pilpres.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kali memerintahkan untuk mengkalkulasi ulang kebutuhan pegawai baik dari pelamar umum maupun honorer. Hal ini pun dibenarkan oleh Yuddy Chrisnandi selaku Menteri Pendayaginaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) menyatakan bahwa, "Mengenai masalah eks tenaga honorer K2, Presiden meminta agar ada kalkulasi ulang dengan solusi yang mantap yang sudah dihitung dari kebutuhan pegawai, kualitas pegawai sampai anggaran," di Jakarta, Jumat (23/10).

Menteri Yuddy mengaku telah melakukan konsultasi dan pembicaraan dengan Presiden bahwa dar segi aspek anggaran, kebutuhan untuk pengadaan CPNS daru honorer K2 ini tidak mempengaruhi kondisi ekonomi. "Namun, pemikiran Pak Presiden berbeda. Menurutnya, kalau anggaran K2 Rp 28 triliun (untuk gaji para honorer jika sudah jadi PNS, red) maka bisa membangun kurang lebih 48 waduk, seperti itu pemikirannya," tambahnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: