Efisiensi PNS di Era Bonus Demografi


By | 23.32 Leave a Comment
Era Bonus Demografi Menghasilkan PNS Berkualitas

asncpns.com - Menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, memiliki kompeten di bidangnya dan memiliki semangat tinggi kerja merupakan alasan pemerintah melakukan pengurangan pegawai negeri sipil (PNS)

Meski begitu, hal itu tidak mengganggu proses atau jalannya penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan tetap dilakukan. Namun, peluang penerimaan CPNS sekarang ini tidak dibuka secara besar-besaran seperti CPNS yang terjadi pada tahun sebelum-sebelumnya, hanya bersifat terbatas. Penerimaan CPNS yang terbatas tersebut dikhususkan untuk pelamar lulusan sekolah-sekolah kedinasan dan untuk penerimaan pegawai tidak tetap (PTT). "Bukan berarti rencana pemangkasan jumlah pegawai selalu diartikan tidak ada peluang rekrutmen CPNS," ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di kantornya, seperti dikutip dari JPNN, hari Jumat (08/01/2016).

Bima menambahkan bahwa untuk mendukung terlaksananya peningkatan kualitas pelayanan publik, dibutuhkan pegawai baru. Mengingat terus terjadi kekurangan atau kekosongan pegawai pada beberapa unit kerja di tiap tahunnya. Terjadinya kekosongan pegawai karena ada pegawai yang meninggal dunia, mutasi pegawai, mengundurkan diri dari jabatannya, bahkan sampai ada yang dipecat.

‎Dirinya juga menambahkan, Indonesia sudah memasuki era bonus demografi yang ditandai dengan melimpahnya jumlah penduduk usia produktif. Apabila bonus demografi ini dimanfaatkan dengan baik, maka akan meningkatkan laju perekonomian negara. "Saat ini Indonesia memiliki bonus demografi yang perlu dimanfaatkan," ujarnya.

Seperti yang diketahui bersama bahwa bonus demografi merupakan keuntungan yang diperoleh dari semakin meningkatnya jumlah penduduk usia produktif (17-60 tahun) di Indonesia saat ini. Sedangkan Era bonus demografi merupakan suatu periode terjadinya peningkatan atau kelebihan jumlah penduduk usia produktif ketimbang jumlah usia non produktif. 

Keberadaan bonus demografi ini melahirkan generasi muda yang berkualitas dan kompeten. Oleh karena itu, anak-anak bangsa yang memiliki kompetensi tinggi harus diberi kesempatan membangun dan mengelola negaranya. "‎Jadi jangan selalu artikan rencana efisiensi anggaran pegawai dilakukan dengan menutup terus menerus rekrutmen pegawai. Efisiensi bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah pegawai yang tidak memiliki kompetensi," tegasnya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (KemenPAN-RB) belum memberi keputusan terkait pelaksanaan penerimaan CPNS 2016. Sebelum ada pengumuman resmi pelaksanaan tes seleksi CPNS tahun 2016, alangkah baiknya mempersiapkan diri anda terlebih dahulu dengan mempelajari referensi pembelajaran terbaik tuk bisa menguasai materi CPNS 2016. Kami rekomendasikan sumber bahan ajar terbaik di Paket LKIT 2016.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: