Honorer Ditantang Bersaing Lewat Formasi Umum tuk Jadi PNS


By | 20.22 Leave a Comment
Permasalahan Honorer dan Lapor Presiden

Permasalahan honorer yang tak kunjung usai seakan menjadi bola liar yang terus berkembang. Janji janji manis yang diberikan pemerintah rasanya belum akan bisa dinikmati dalam waktu dekat oleh kalangan abdi negara honor ini.

Setelah beberapa bulan lalu Menpan RB menjanjikan akan mengangkat honor tapi sampai saat ini janji tersebut belum terealisasi. Janji tinggalah janji dan sebagian diantara mereka menganggap Menpan sekarang mencla mencle. Diantara mereka ada juga yang telah melaporkan hal ini kepada Presiden Jokowi melalui saluran kanal "Lapor Presiden" di alamat www.laporpresiden.id

Salah satu laporan terbaru yang masuk di website laporpresiden diantaranya adalah dari Epri Susiono tanggal 5 Januari 2016

"Assalamualaikum wr. wb.
Pak presiden yang saya hormati
Saya mohon kejelasan tentang nasib honorer K2 pak, karena bapak Menpan RB pernah berjanji akan mengangkat tenaga honorer k2 semua yang asli pak, tolong diperhatikan, karena istri saya sudah mengabdi selama 13 tahun sebagai guru honorer dengan honor cuma 200 ribu sebulan, saya mohon adanya kejelasan nasib honorer K2 pak
terima kasih
wassalamulaikum"

Selain itu, di bulan juli 2015 ternyata bidan desa PTT sudah melaporkan permasalahan serupa via bapak presiden dan mendapatkan vote tertinggi kala itu. Nah bagi anda kalangan honorer ini bisa jadi jembatan dan saluran anda untuk menyampaikan keluh kesah dan unek unek anda kepada presiden, laporkanlah dan sampaikanlah apa yang ada dalam hati anda - katakanlah apa yang mungkin telah dijanjikan Menpan RB kepada anda - dan mudah mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi.
Honorer Lapor Presiden

Honorer Harus Bisa Bersaing

Bima selaku kepala BKN mengimbau bahwa tenaga honorer yang tidak lolos seleksi agar bisa berkompetisi secara terbuka lewat penerimaan cpns jalur formasi umum.
“Silakan bersaing sehat dengan anak-anak muda lainnya, mengikuti seleksi jalur formasi umum, kalau berkompeten kenapa enggak berkompetisi secara umum! ” pungkasnya saat melakukan jumpa pers di ruang kerjanya Kamis (7/1)

Honorer muda mungkin masih bisa bersaing dengan kalangan formasi umum, tapi pertanyaannya bagaimana dengan honorer yang sudah berusia tua dan terkendala persyaratan umur saat akan melakukan pendaftaran cpns?? Biasanya formasi umum selalu dibatasi umur sampai dengan 32 tahun.

Permasalahan ini tentunya harus juga dipikirkan, karena setidaknya kalangan honorer adalah kalangan yang telah membantu terselenggara dan berjalannya roda pemerintahan.




Honorer Diangkat Menjadi PPPK ??

Beberapa bulan lalu sempat santer isu yang menyatakan bahwa kalangan honorer yang tidak lulus seleksi tes cpns akan diangkat langsung manjadi PPPK. Berita miring ini langsung ditepis oleh Bima - menurutnya, dasar rekrutmen PPPK (Pekerja dengan Perjanjian Kerja) hanya untuk SDM dengan kompetensi yang tidak tersedia di kalangan PNS.

“Artinya, kebutuhan P3K hanya diperuntukkan untuk suatu keahlian yang benar-benar dibutuhkan Pemerintah tetapi tidak ditemukan pada SDM PNS. Jadi, tidak tepat jika ada pemikiran bahwa honorer dapat mengisi kebutuhan P3K, ” ungkapnya.

Honorer Harus Berkompetensi

Untuk itu, Bima menyarankan tenaga honorer seharusnya tidak perlu khawatir tidak lolos seleksi, jika memiliki kompetensi harus berani dan mampu bersaing secara umum.

Bima, lebih lanjut menyampaikan kepada pers bahwa perlunya perbaikan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan profesionalisme dan kompetensi SDM aparatur.

“Apalagi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) menuntut daya saing, jadi kompetensi menjadi mutlak, termasuk peningkatan kualitas SDM aparatur kita, ” tandasnya.

Salah satu cara untuk bisa bersaing dalam penerimaan cpns adalah dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempelajari dan menguasai semua bahan materi cpns terbaik yang terangkum dalam Paket LKIT

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: