Perhatikan Nasib Guru Honorer di Bulukumba


By | 21.30 Leave a Comment
Honorer Guru di Bulukumba
asncpns.com- Tak hanya pegawai negeri sipil (PNS) saja yang harus diperhatikan, tetapi tenaga honorer pun harus diperhatikan oleh pemerintah. Pasalnya, tenaga honorer memiliki pekerjaan yang sama dengan para PNS. Namun, dari segi honor yang berbeda. Para honorer hanya mendapat honor yang jauh dari kata sejahtera. Dengan demikian, agar honorer mendapatkan hidup yang sejahtera diperlukan perhatian dari pemerintah, salah satunya dengan pemberian insentif.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Forum Guru Honorer Kabupaten Bulukumba meminta agar pemerintah dapat memperhatikan nasib para guru honorer dan dibuatkan regulasi terkait pemberian insentif yang berasal dari dana daerah atau anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD),

Hasbah selaku Ketua Forum Guru Honorer Bulukumba, mengatakan bahwa pemerintah daerah seharusnya memperhatikan guru honorer dengan kebijakan pemberian insentif, sebab dilihat dari tugas pokok dan fungsi guru berstatus PNS dan honorer yang ada di sekolah hampir sama. Proses belajar mengajar tidak akan berjalan secara maksimal bila tidak ada seorang guru, meski guru tersebut adalah seorang honorer. "Kami guru honorer berharap kepada pemerintah daerah agar ada perhatian khusus terhadap guru honorer karena tidak bisa dipungkiri, tanpa proses belajar mengajar akan mengalami kemunduran dan kalau misalnya belum bisa direkrut jadi PNS tetapi paling tidak ada regulasi di APBD,” ujar Hasbah.

Hasbah menambahkan,  berangkat dari pandangan tugas pokok dan fungsi  dan honorer yang ada di sekolah hampir 100 persen sama. Sehingga, para guru honorer juga perlu diperhatikan nasibnya. “Kami guru honorer berharap kepada pemerintah daerah agar ada perhatian khusus terhadap guhonorer karena tidak bisa dipungkiri, tanpa proses belajar mengajar akan mengalami kemunduran dan kalau misalnya belum bisa direkrut jadi PNS tetapi paling tidak ada regulasi di APBD,” kata Hasbah.

Menurut Hasbah, kekurangan guru PNS sebanyak 99 orang dan honorer berjumlah 200 orang khususnya di Kecamatan Rilau Ale. Hal tersebut harus dijadikan catatan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep dalam menyukseskan pemerataaan guru di Kabupaten Bulukumba.

Sementara, Tomy Satria Yulianto Wakil Bupati Bulukumba menyatakan bahwa pada tahun 2016 ini belum bisa menerapkan program insentif bagi guru honorer di lingkungan Pemkab Bulukumba, karena.untuk sementara masih mencari formulasi seperti apa ke depan dan juga masih dalam tahap pengkajian.

Tomy menambahkan bahwa seluruh program anggaran di Bulukumba sudah berjalan, yang berasal dari anggaran untuk tahun 2016 . “Kami juga tetap memikirkan nasib guru honorer, namun hal tersebut sementara masih kita godok. Pemerintah daerah tetap berupaya akan di bahas di APBD pokok 2017 mendatang,” tutup Tomy .

Disaat anda akan mempersiapkan diri mengahadapi Tes seleksi CPNS, baik dari kalangan umum maupun hononer, bisa dibantu dengan Paket LKIT untuk mempelajari materi CPNS.

Berikut ini contoh soal tes kompetensi bidang (TKB) yang ada di Paket LKIT

1. Kelemahan penggunaan media pembelajaran bahasa kedua adalah ….
A. tidak sesuai dengan tujuan
B. tidak dirumuskan dalam RPP
C. tidak sesuai dengan penggunaan
D. tidak sesuai dengan potensi siswa

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: