SE Menpan Untuk Hitung Data Pegawai


By | 18.43 Leave a Comment
asncpns.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi meminta kepada seluruh instansi untuk menghitung jumlah PNS yang akan pensiun selama 5 tahun ke depan. Perhitungan jumlah pegawai pensiun biasanya digunakan untuk menentukan seberapa besar kebutuhan pegawai di masing-masing instansi. Namun menurut Yuddy, data tersebut merupakan data yang harus dimasukkan dalam e-formasi dan sudah harus selesai bulan April 2015.

SE Menpan Untuk Hitung Data Pegawai

Selain jumlah pensiun, dirinya juga meminta setiap instansi untuk menghitung jumlah jabatan yang diperlukan seperti jabatan structural Eselon I dan Eselon II, jabatan fungsional tertentu, dan jabatan fungsional umum (Jabatan Pelaksana). Permintaan untuk penghitungan jumlah pensiunan dan jumlah jabatan tercantum dalam Surat Edaran MenPAN RB No B/5548/M.PAN-RB/12/2014 tanggal 17 Desember 2014, sebelumnya Menpan juga telah mengeluarkan SE yang mengatur mengenai aturan di lingkungan pegawai negeri sipil seperti pembatasan rapat di luar kantor, gerakan hidup sederhana serta efisiensi dan efektivitas kerja.

Untuk tahun depan rencananya pemerintah akan menerapkan moratorium CPNS namun beberapa formasi akan tetap dibuka penerimaannnya seperti tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. Dari isi Surat Edaran Menpan tidak ada tanda bahwa penghitungan jumlah pegawai pensiun dan jumlah jabatan adalah untuk mengetahui jumlah pegawai yang dibutuhkan pada saat ini. Selain itu beberapa waktu lalu Menpan RB mengungkapkan bahwa dirinya akan merekrut 250 ribu CPNS untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik yang masih kekurangan pegawai lebih dari 200 ribu. Untuk memenuhi jumlah tersebut sebagian besar akan direkrut dari kalangan honorer dan kalangan umum.

E-formasi merupakan salah satu sistem yang dimiliki oleh KemenPAN RB untuk menghitung jumlah kebutuhan pegawai dan struktur organisasi. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Yuddy Chrisnandi, “Manfaat e-formasi antara lain untuk menentukan kebutuhan pegawai, menentukan kelas jabatan dan menentukan sasaran kerja pegawai.” Disamping itu masih banyak lagi manfaat dari e-formasi sehingga data dari perhitungan instansi bisa dilihat secara jelas kekurangan dan kelebihan pegawai serta seberapa besar kebutuhan pegawai di instansi tersebut.

Untuk proses rekrutmen sendiri rencananya akan menggunakan sistem seperti yang diterapkan oleh TNI/Polri dimana setiap pegawai harus menyetujui persyaratan ditempatkan di daerah mana saja sesuai aturan dari pemerintah pusat. Mengingat pada saat ini jumlah pegawai negeri sipil mencapai jumlah yang banyak dan diperlukan efektivitas dan efisiensi dari jumlah tersebut. Tidak meratanya jumlah pegawai saat ini adalah salah satu alasan dari sistem rekrutmen seperti TNI/Polri. Sebagian besar pegawai hanya menempati instansi daerah di kota-kota besar sedangkan daerah kecil masih kekurangan pegawai. Jumlah kebutuhan 250 ribu tenaga kesehatan dan tenaga pendidik rencananya akan dipenuhi mulai tahun depan selama pemerintahan Yuddy.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: