ASN Harus Tinggalkan Mental Priyayi


By | 19.41 Leave a Comment
asncpns.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) harus meninggalkan mental priyayi dan dekatkan diri dengan masyarakat sebagai langkah untuk perekat bangsa. Hal ini perlu dilakukan oleh setiap ASN dimanapun tempat bekerja baik di daerah ataupun pusat. Tugas utama dari aparatur adalah melayani masyarakat dengan baik, jika hal ini terpenuhi maka keseimbangan birokrasi dengan masyarakat akan lebih baik. Berbagai cara bisa dilakukan agar terjadi hubungan yang baik antara ASN dengan masyarakat salah satunya adalah dengan mengambil simpati mereka.

ASN Harus Tinggalkan Mental Priyayi

“Caranya, dengan menjadi teladan dan contoh dalam berbagai sisi-sisi kehidupan, seperti menjalankan pola hidup sederhana dan tidak bermewah-mewah meskipun kita merasa mampu untuk melakukan hal itu,” jelas Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB). Cara ini menjadi salah satu kebijakan yang diterapkan oleh Menpan beberapa waktu lalu yaitu dengan adanya SE No 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana bersamaan dengan 2 kebijakan lainnya yang juga tercantum dalam Surat Edaran.

Kebijakan-kebijakan tersebut memiliki tujuan tersendiri dalam rangka meningkatkan kualitas hubungan dengan masyarakat terutama dengan masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari kata layak. Masyarakat memiliki hak yang sama untuk dilayani oleh aparatur dengan baik tanpa harus membedakan satu sama lainnya. Kebijakan ini bukan pula untuk membatasi ruang gerak aparatur dalam melaksanakan tugas dan bukan karena tidak adanya kepercayaan pemerintah kepada pegawai asn, namun kembali lagi bahwa ini ditujukan agar aparatur bisa berempati kepada masyarakat.

Dari masyarakat, untuk masyarakat. Hal ini harus diterapkan oleh aparatur. Anggaran yang saat ini dirasakan oleh pemerintah baik untuk pembangunan ataupun penyelenggaraan pemerintahan bersumber dari rakyat. Dimana anggaran tersebut adalah himpunan dari pembayaran pajak masyarakat. Dari pembayaran pajak tersebut, masyarakat harus bisa merasakan hasilnya baik dalam segi pelayanan yang prima atau hal lainnya yang dibuktikan dengan adanya pembangunan yang bisa memfasilitasi dan dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Sedangkan dari hasil penghematan anggaran bisa digunakan untuk fasilitas masyarakat lainnya seperti irigasi, jalan raya dan sebagainya.

Intinya adalah aparatur sipil negara harus memiliki tanggungjawab yang besar terhadap masyarakat. Tidak sekedar melayani dengan seadanya tetapi melayani dengan maksimal dan bekerja secara tulus dan ikhlas. Aparatur harus meninggalkan mental priyayi yang hanya ingin dilayani namun tidak melayani masyarakat dengan baik. Seperti yang diungkapkan oleh MenPAN dalam kesempatan lain bahwa kinerja asn harus membuat masyarakat puas, tidak ada lagi masyarakat yang komplain karena pelayanan tidak memuaskan, lama, berbelit-belit, tidak jelas dan diskriminatif. Hal ini perlu dijauhkan dan mulai mendekatkan diri dengan masyarakat, memahami kebutuhan masyarakat dengan baik dan memberikan pelayanan yang maksimal.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: