Penyalahgunaan TKB Untuk Berlaku Curang


By | 20.44 Leave a Comment
TKB Celah Untuk Berlaku Curang
asncpns.com - Melihat pada pelaksanaan tes CPNS tahun-tahun sebelumnya, banyak oknum yang menggunakan Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk berlaku curang. Sehingga pada tahun 2014 lalu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Yuddy Chrisnandi membuat kebijakan agar tidak dilaksanakan TKB bagi instansi atau daerah yang melaksanakan TKD setelah bulan November. Selain karena waktu semakin mepet juga karena peluang untuk terjadinya kecurangan di daerah semakin besar. Mencontoh pada hal itu, kedepannya tidak semua jabatan akan diberlakukan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Untuk tahun 2015 ini meski diberlakukan moratorium CPNS namun tidak berlaku bagi semua formasi. Sehingga pemerintah akan lebih ketat dalam menentukan tahapan tes di setiap instansinya terutama untuk pelaksanaan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Seperti yang diberlakukan pada tahun sebelumnya instansi tetap diberikan peluang jika akan melaksanakan TKB dengan adanya izin terlebih dahulu dari Kemenpan, dan memberikan penjelasan secara jelas diadakannya TKB. Dan ada beberapa daerah yang melaksanakan TKB setelah mendapatkan izin dari Kemenpan.

“Maksud dilakukannya TKB itu sebanarnya bagus. Hanya saja tujuannya disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan manipulasi,” jelas Arizal, Asdep Perumusan Kebijakan Pengadaan SDM Aparatur KemenPAN-RB. Sampai 6 Maret 2015 beberapa daerah yang melaksanakan TKB masih ada yang belum mengumumkan kelulusannya sehingga jika terus telat maka akan menimbulkan banyak kecurigaan di masyarakat. Pada intinya adalah pelaksanaan TKB merupakan tahap lanjutan dari Tes Kompetensi Dasar sebelumnya. TKB ditujukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan peserta untuk membidangi formasi yang dipilihnya, namun hal ini tercemar dengan banyaknya manipulasi yang dilakukan oleh oknum.

Bagi instansi yang melaksanakan Tes Kompetensi Bidang maka kelulusan ditentukan pada hasil TKB ini, jika nilai TKD tinggi dan menempati posisi teratas namun jika pada TKB tidak mengetahui teori secara lengkap atau tidak bisa praktik maka tidak akan lulus, keduanya harus seimbang.

Peluang yang besar terjadinya kecurangan pada Tes Kompetensi Bidang (TKB) membuat pemerintah membatasi pelaksanaan TKB hanya untuk formasi tertentu saja. Formasi ini adalah formasi yang memang membutuhkan keahlian khusus dan perlu dilakukan tes sebelumnya untuk mengetahui apakah peserta tersebut memiliki kemampuan yang sesuai dengan formasi atau tidak.

Sebagai contoh formasi CPNS yang membutuhkan TKB adalah jaksa, dosen/guru, perawat, bidan dan penyuluh. Jika dilihat berdasarkan hasil TKD saja maka tidak bisa menentukan bahwa SDM bagus. Karena formasi-formasi ini memerlukan keahlian khusus yang akan diterapkan kepada masyarakat secara langsung. Sedangkan untuk formasi atau jabatan umum lainnya tidak memerlukan TKB seperti administrasi, analisis keuangan, auditor atau lainnya. Penilaian untuk jabatan-jabatan ini bisa langsung terlihat dari tes yang dilakukan pada Tes Kompetensi Dasar.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: