Kinerja Buruk, Tunjangan Wassalam!


By | 02.53 Leave a Comment
PNS DKI
asncpns.com - Nampaknya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama benar-benar sudah kesal dengan kinerja anak buahnya. Setelah ada wacana akan melakukan perombakan besar-besaran diseluruh lingkungan Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,

Dalam Safari Ramadhan yang juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Kepala Suku Dinas Perhubungan Transportasi Jakarta Pusat Henry Perez, dan pejabat Jakarta Pusat lainnya ini, pria yang sering dipanggil ahok ini mengancam akan menghilangkan tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) jika berkinerja buruk.

Ahok mengaku telah menerima laporan mengenai adanya dua unit kerja yang tidak benar dalam mengisi e-kinerja. "Bulan ini, saya sedikit agak kasar. Ada staf yang mengarang mengisi e-kinerja dan atasannya juga menutupi hal itu, seluruh pegawai di sana akan saya hilangkan TKD-nya," ungkap Basuki, saat menghadiri safari Ramadhan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).

Bukan hanya pejabat saja yang akan dihilangkan TKD, tapi untuk staf juga berlaku sama tanpa ada pengecualian sedikitpun. Dengan menghilangkan TKD ini Ahok mengungkapkan bahwa Pemprov DKI bisa menghemat anggaran mencapai Rp.6 Trilyun.

Para PNS DKI yang malas dan berkinerja buruk ini akan dilatih menjadi pegawai yang baik dan bertanggung jawab di Badan Pendidikan Latihan (Badiklat) DKI. Setelah ikut pelatihan ini PNS harus mengajukan diri ke satuan perangkat kerja daerah (SKPD) untuk bekerja.

"Nanti kelihatan mana pegawai yang laku dan tidak. Menghilangkan TKD ini hak prerogatifnya gubernur dan banyak pejabat yang dijadikan staf sudah santai karena mereka sudah kaya-kaya. Ini yang mau saya lakukan di bulan puasa, karena bapak ibu tidak bisa marah sama saya," ujar Basuki.

Dengan sedikit nada menyindir, Ahok menghimbau untuk tidak melakukan perjalanan keluar negeri kepada bawahannya. "Bulan puasa ini saya harap saudara belajar menahan diri. Bagi Anda yang suka ke luar negeri, nyolong-nyolong, belajar untuk menahan diri," tutup Basuki lagi.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: