Tak Lulus SMA Bisa Jadi PNS?


By | 16.58 Leave a Comment
Basuki Tjahaya Purnama
asncpns.com - Nampaknya sikap jujur dari seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat disukai oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selaku Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dirinya mengatakan bahwa untuk bekerja dilingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tidak haruslah pandai, yang penting jujur.

Oleh karena itu, Ahok akan melakukan perubahan pada Peraturan Gubernur agar orang yang tidak lulus SMA bisa menjadi PNS, karena dirinya tak mempermasalahkan syarat minimal pendidikan untuk PNS.

Hal ini disampaikan dalam pidato apel penerimaan Petugas Teknis Pengawas dan Pengendalian Lalu Lintas dari Kementerian Perhubungan di halaman Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/2/2016). "Nah saya mau ubah Pergub, bila perlu orang yang tak lulus SMA-pun, SMP, kalau karakternya baik, walaupun hanya lulus SD, itu boleh diterima (jadi PNS)," kata Ahok.

Para petugas yang direkrut tersebut berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Mereka diberikan bimbingan dan diikutsertakan dalam apel di halaman Balai Kota untuk selanjutnya dipekerjakan sebagai petugas di lingkup Pemprov DKI.

Ahok juga menambahkan tidak sekolah pun menurutnya bisa direkrut untuk menjadi pegawai DKI. Misalnya petinju-petinju yang tidak sekolah, asal karakternya bagus. "Misalnya yang baik begitu ya, petinju-petinju yang enggak sekolah, asal dia karakternya baik, kita rekrut saja semua," ujar Ahok.

Menurut Ahok tingkat kepintaran sesorang tidak penting, yang penting adalah keberanian untuk bersikap jujur dalam bekerja. Karena banyak sekali orang pintar namun tidak jujur yang bisa memanipulasi anggaran, terima suap dan tindakan kriminal.

"Jadi Jakarta bicara otot (keberanian) dan nurani. Bukan otak saja. Terlalu pintar malahan pusing saya, pintar mengakali, ngeles terus, ngeles terus, ini Jakarta tidak butuh," kata Ahok.

Ahok juga menyidir tentang penyakit para PNS DKI yang sering melakukan "mark up" anggaran yang nilainya bisa mencapai 100 persen hingga 200 persen. "Makanya saya jelaskan kepada saudara kalau mungkin nanti dibutuhkan ada pembukaan PNS, mungkin salah satu dari saudara akan dihitung poinnya. Saya sudah siapkan sekarang bagaimana, enggak perlu orang terlalu pintar," tutupnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: