Cirebon Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan


By | 19.56 Leave a Comment
Tenaga Kesehatan di Cirebon Minim
asncpns.com- Kekurangan tenaga kesehatan di berbagai daerah akan mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat menjadi kurang optimal. Seperti halnya di daerah Cirebon Provinsi Jawa Barat (Jabar), tenaga kesehatan terutama tenaga dokter di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Cirebon, jumlahnya masih sangat minim.

dr H Edy Sugiarto MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyampaikan bahwa secara keseluruhan, ada 8 ribu pasien yang setiap harinya berkunjung ke 22 puskesmas di Kota Cirebon, karena dalam sehari dua dokter di puskesmas harus bisa melayani rata-rata 680 pasien. Selain itu, jelasnya, secara ideal satu dokter bisa menangani 80 pasien.

Edy menambahkan bahwa Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) jauh lebih penting sebagai upaya pencegahan agar tidak sakit. Adapun fungsi dari penggunaan UKM ini belum bisa maksimal. Sedangkan selama ini, pelayanan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) hanya bersifat Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) atau sekadar mengobati saja. Pasalnya, dengan perbandingan dokter dan pasien itu menyebabkan semua pasien yang datang harus ditangani dan tidak boleh ditolak sehingga banyak puskesmas harus menangani pasien dalam jumlah banyak denegan melakukan upaya itu.

Edy mengatakan bahwa keterbatasan tenaga kesehatan di puskesmas membuat pelaksanaan UKM belum optimal. Padahal, UKM yang meliputi pencegahan, penyuluhan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga meningkatkan kemampuan masyarakat dan memberdayakannya dijalankan oleh puskesmas. Dirinya menambahkan, ruangan yang nyaman dan pelayanan yang ramah mampu memberikan kesembuhan. “Ini prinsip. Kalau nyaman dan dokter ramah, pasien sudah sembuh dulu 60 persen,” ungkapnya.

Dirinya memaparkan, di seluruh Kota Cirebon sedang mengalami kekurangan 12 dokter umum, 12 dokter gigi, 14 apoteker, dan 20 bidan. Sedangkan, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang bertugas di Kota Cirebon, untuk Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sedang dalam proses pengangkatan PNS. Imbuhnya, secara idealnya setiap puskesmas memiliki tiga dokter. Utamanya untuk puskesmas Poned 24 jam, dokter minimal 4 orang. Ada lima puskesmas Poned yang melayani pasien 24 jam. Yaitu Puskesmas Gunung Sari, Cangkol, Pegambiran, Sitopeng, dan Pamitran. Dengan demikian dapat dikatakan peran tenaga kesehatan sangat penting dalam melayani pasien.

Sementara, drg Liliana Muljadi mengatakan bahwa rumah sakit umum daerah (RSUD) Gunung Jati terus menambah jumlah tenaga kesehatan, yang dimulai dari dokter umum, spesialis sampai perawat. Penambahan ini disebabkan jumlah pasien yang ada di RSUD Gunung Jati selalu berlebih setiap harinya, dikhawatirkan akan membuat kualitas pelayanan terhadap pasien menjadi berkurang. “Jumlah pasien sangat banyak, sarana kurang. Kami terus perluas sarana agar dapat melayani dengan baik. Juga menambah tenaga kesehatan,” jelas Liliana.

Bagi anda yang akan mengikuti tes seleksi CPNS, alangkah baiknya sebelum penerimaan CPNS di umumkan, segera  persiapkan diri sebaik mungkin dengan mempelajari materi CPNS terbaik yang bisa dibantu dengan Paket LKIT. Adapun, untuk mempelajari materi tes kompetensi bidang di formasi khusus, seperti kedokteran, kebidanan dan keperawatan bisa miliki dan pelajari TKB Kedokteran, TKB Kebidanan dan TKB Keperawatan yang bisa dilihat disini

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: