Pemkab Kutai Tak Tanggung Tanggung Beri Insentif Dokter Spesialis Puluhan Juta


By | 23.23 Leave a Comment
Tenaga Dokter di Pelosok Dapat Rp 50 Juta

asncpns.com- Kabar gembira bagi tenaga medis, khususnya dokter spesialis yang ingin mengabdi di berbagai daerah terpencil. Saat ini Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang membutuhkan beberapa dokter spesialis. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai akan memberikan insentif dengan jumlah tidak sedikit.

Selama ini Kutim sangat kekurangan tenaga dokter terutama dokter spesialis yang mau ditempatkan di pelosok terpencil. Hal ini disebabkan, dokter non PNS atau honor kontrak daerah di Kutim digaji sama besar dengan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) golongan Sarjana (S1) sebesar Rp 1.425.000 per bulan. Sementara bagi dokter yang mengabdi di pedalaman Kutim hanya diberikan insentif Rp 2 juta per bulannya.

Ismunandar selaku Bupati Kutai Timur menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif Rp 50 juta per orang setiap bulannya, untuk memenuhi kebutuhan jumlah dokter spesialis yang mau ditempatkan di Rumah Sakit Pratama Sangkulirang dan di kecamatan terpencil lainnya. “Kita akan memberikan insentif Rp 50 juta bagi dokter spesialis, yang mau bertugas di Rumah Sakit Pratama di Sangkulirang. Termasuk yang mau kerja di kecamatan-kecamatan,” katanya, pekan lalu.

Ismunandar menambahkan, pemberian insentif itu sudah dilakukan di daerah lain, seperti Kabupaten Malinau di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Provinsi Kaltim. Namun, lanjutnya, rencana pemberian insentif di daerahnya masih dicarikan regulasi dan payung hukumnya. “Dari kedua tempat inilah Pemkab Kutim melalui Dinas Kesehatan akan mempelajari bagaimana mekanisme dan regulasi pemberian insentif bagi dokter ini nantinya,” katanya.

Dirinya mengemukakan bahwa rencananya tenaga dokter spesialis yang sangat dibutuhkan di pelosok Kutim saat ini, akan ditempatkan di RS Pratama Sangkurilang dan mulai aktif bekerja pada bulan September mendatang, Paparnya, untuk bisa mendapat insentif besar itu, dokter spesialis harus berjaga-jaga di sana atau tidak boleh membuka praktik luar selain bertugas di Rumah Sakit Pratama. Jadi insentif yang besar dianggap kompensasi sebanding untuk pengabdian lebih fokus. Adapun rincian penempatannya yaitu, dibutuhkan empat dokter spesialis yang akan ditempatkan di sana, ditambahkan beberapa dokter umum dan tenaga medis lainnya.

Bagi anda yang ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang PNS, khususnya di Formasi tenaga kesehatan. segera persiapkan diri dengan memperbanyak belajar materi tes kompetensi dasar (TKD) CPNS, yang terdiri dari TKP (tes karakteristik pribadi), TIU (tes intelegensi umum) dan TWK (Tes Wawasan Kebangsaaan) yang bisa merujuk pada Paket LKIT.

Selain itu, untuk tes kompetensi bidang (TKB) kesehatan bisa mempelajari dan miliki Paket LKIT seperti TKB Kebidanan, TKB Keperawatan sampai TKB Kedokteran yang sudah meloloskan 3000 CPNS murni.

Berikut adalah contoh Format Soal Kebidanan yang ada dalam Paket LKIT TKB Kebidanan:

1. Rujukan pelayanan laboraturium yang benar adalah
A. Bidan – Lab PKM – Lab BP4 – Lab RS kls C – Lab RS kls B – Lab RS kls A
B. Bidan – Lab PKM – Lab BP4 – Lab RS kls A – Lab RS kls B – Lab RS kls C
C. Bidan – Lab PKM – Lab RS kls C – Lab RS kls B – Lab RS kls A – Lab BP4
D. Bidan – Lab BP4 – Lab PKM – Lab RS kls C – Lab RS kls B – Lab RS kls A
E. Bidan – Lab PKM – Lab RS kls C – Lab RS kls B – Lab RS kls A – Lab BP4

Berikut adalah contoh Format Soal bidang Kedokteran yang ada dalam Paket LKIT TKB Kedokteran:

Seorang bayi perempuan berusia 32 jam dibawa ke Puskesmas dengan keluhan tampak kuning. Bayi lahir cukup bulan dari seorang ibu dengan HIV nonreaktif pada perinatal, Streptococcus grup B negative, Hepatitis B negative. Pada pemeriksaan fisik didapatkan secara klinis anak tampak sehat, terlihat kuning di dada. Pemeriksaan golongan darah ibu O+, dan ayah B+. Apakah penyebab kuning yang paling mungkin?
A. Ikterus yang fisiologis
B. Ikterus oleh karena ASI
C. Inkompatibilitas ABO
D. Atresia biliaris
E. Sepsis

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: