Tanggapan Kementerian PAN RB tentang Paket LKIT

Video of the Day

banner iklan

Rabu, 16 Maret 2016

Rasionalisasi Anggaran di Pemkab Pelalawan


Rasionalisasi APBD

asncpns.com- Kabar menggembirakan bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Provinsi Riau. Pasalnya, proses rasionalisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di Kabupaten Pelalawan yang sudah berlangsung tiga bulan itu akhirnya usai sudah. Dengan begitu, anggaran kegiatan daerah ini bisa berjalan kembali.

Syahrul Syarif selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengatakan bahwa rasionalisasi atau pemangkasan anggaran menjadi sebuah penghambat dalam melaksanakan kegiatan di masing-masing instansi dinas selama tiga bulan terakhir ini.

Syahrul menambahkan, pihaknya mendesak rasionalisasi dengan menentukan kegiatan apa saja yang tidak perlu dilaksanakan serta mengganti kekurangan anggaran yang terjadi. Sebanyak Rp 262 Miliar yang harus dikurangi dari APBD tahun 2016 yang mencapai Rp 2,16 Triliun. "SKPD sudah bisa melanjutkan program dan kegiatannya. Karena mana-mana saja yang dicoret sudah kelihatan. Jalankanlah yang tidak kena rasionalisasi," ujar Syahrul, hari Rabu (16/03/2016).

Dirinya menjelaskan, sampai saat ini masih ada satu pertanyaan besar yang belum terjawab. Pertanyaan itu adalah bagaimana nasib pegawai honorer yang berjumlah 5.400 lebih di Pelalawan. Hal ini terjadi karena selama ini Pemda Pelalawan dalam menutupi lubang anggaran yang ada, telah bersikeras mengurangi jumlah tenaga honor

Diungkapkannya, rasionalisasi anggaran berdampak pada rasionalisasi pegawai honor. Namun, pada akhirnya pemangkasan anggaran telah dirampungkan, tetapi pengurangan honorer masih belum jelas kepastiannya. Dirinya memaparkan, dengan alasan membebani APBD, hingga hampir Rp 150 M setiap tahun, rasionalisasi anggaran juga berdampak pada rasionalisasi pegawai honor. Namun pada akhirnya pemangkasan anggaran selesai, tapi pengurangan honorer masih belum jelas kepastiannya."Kalau dihubungkan keduanya, bisa jadi. Tapikan rasionalisasi honorer masih jalan. Timnya juga berbeda kok," jawab Syahrul saat dikonfirmasi.


Shela Febrianti Ginanjar

Author & Editor

ASNCPNS.COM adalah website independent yang tidak dibiayai oleh pihak manapun. Informasi kami selektif, akurat, no-hoax tanpa bumbu-bumbu tambahan yang sekiranya bisa membuat informasi terkesan lebih besar atau lebih baik.



0 komentar:

Posting Komentar

Sosmed Kita

Facebook
Like Us
Google Plus
Follow Us
Twitter
Follow Us
Pinterest
Follow Us

Subscribe dapetin info asncpns

(Kamu dapetin kabar Fresh dari kita, aman dari HOAX)