Honorer Bodong di Provinsi Riau


By | 19.24 Leave a Comment
Pemprov Riau menemukan kejanggalan honorer bodong yang telas lulus tes CPNS. Hampir di setiap daerah honorer bodong selalu ada dan menjadi masalah yang terus berkelanjutan. Honorer bodong adalah tenaga honorer yang memberikan data palsu saat proses pendaftaran tes CPNS dan pemberkasan data-data yang menunjang setelah dinyatakan lulus oleh pemerintah.

Menjadi PNS adalah dambaan dari setiap pegawai honorer, karena menjadi PNS akan memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan dengan menjadi tenaga honorer. Sebab, dilihat dari pemberian gaji sangat beda jauh, selain itu untuk honorer tidak ada tunjangan dan fasilitasa apapun.

Namun cara yang dilakukan oleh pegawai honorer tidak sesuai dengan peraturan yang telah berlaku. Saat kelulusan sudah diterima, permasalahan justru datang saat ini. Segala hal yang berkaitan dengan pemberkasan data-data akan di verifikasi oleh pemerintah.

Saat ini, Pemprov Riau telah memerintahkan kepada setiap pemda untuk mengirimkan berkas-berkas pendaftaran yang dimasukan oleh honorer yang telah lulus tes CPNS. Karena banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan pada tes CPNS. Data-data yang diberikan oleh para peserta tes CPNS adalah palsu. Pemprov Riau tidak segan akan memproses hukum bagi pihak yang ikut terlibat dalam proses pendataan administrasi honorer bodong ini.

Honorer Bodong di Provinsi Riau

BKD Riau, Surya mensinyalir bahwa ada sesuatu yang ganjil pada hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)kategori dua (K2) Provinsi Riau pada Tahun 2013 lalu. Selain terdapat informasi tentang dugaan honorer K2 siluman, juga terdapat honorer yang lulus tapi tidak mendaftar ulang.

Menurutnya lagi akan ada sanksi tegas jika kedapatan pihak-pihak yang ikut serta dalam proses administrasi honorer bodong ini,”Itu jelas hukuman pidana jika memang kedapatan” tegasnya.

Setelah dinyatakan lulus tes CPNS, pegawai honorer harus memberikan data untuk pengajuan Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dilanjutkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) jika data yang diberikan telah sesuai dengan prosedur dan aturan.

Pemerintah Provinsi Riau saat ini menunggu laporan dari pemerintah daerah yang telah ditugaskan untuk memverifikasi data pegawai honorer yang telah lulus tes CPNS. Setelah data telah selesai diverifikasi, maka akan segera dilakukan penanganan jika memang ada keganjilan yang dilakukan oleh honorer bodong. Hal ini dilakukan untuk memastikan angka honorer bodong yang ada di kabupaten/kota. Sebab jika memang data palsu, maka proses pengajuan NIP tidak akan dilakukan dan pemerintah tidak akan mau menandatangani surat pengajuan untuk diangkat PNS. Terhitung ada sekitar 3.179 pegawai honorer yang telah lulus seleksi tes CPNS di daerah Provinsi Riau.

Untuk menjadi abdi Negara bukan hal yang mudah karena tanggungjawab yang dipegang sangat berat yaitu melayani masayarakat. Jika saat pendaftaran saja tidak jujur bagaimana setelah menjabat. Namun, diharapkan setelah menjabat akan menjadi lebih baik dan benar-benar menjalankan tugas sesuai pereaturan yang berlaku.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: